Cedera Konrad Laimer menjadi sorotan setelah direktur Bayern Munich, Max Eberl, menyebut kondisinya tidak sepenuhnya baik. Laimer diganti sebagai langkah pencegahan saat menghadapi RB Leipzig,…
Tag: jadwal liga
Mathys Tel Rasakan Energi Tottenham di Era De Zerbi
Mathys Tel mengungkapkan bahwa perbedaan terbesar yang ia rasakan dari Tottenham Hotspur musim ini dibandingkan musim lalu adalah energi tim. Penyerang asal Prancis itu menyebut…
Kontrak Arteta di Arsenal: Pelatih Tenangkan Kekhawatiran
Kontrak Arteta di Arsenal tengah menjadi sorotan, namun sang pelatih memastikan para penggemar tidak perlu cemas. Mikel Arteta menegaskan bahwa ia “sangat bahagia” di klub…
Alajbegovic Ungkap Pengaruh Pjanic di Balik Gabung Juventus
Kerim Alajbegovic mengungkapkan pengaruh Pjanic di balik keputusannya bergabung dengan Juventus. Pemain sayap berusia 18 tahun asal Bosnia-Herzegovina itu resmi menjadi bagian Bianconeri setelah ditebus…
Parlay Liga Europa 13 Agustus: 3 Tip Akumulator 5/1
Pada Kamis, 13 Agustus, babak kualifikasi Liga Europa akan menjadi pusat perhatian para penggemar sepak bola Eropa yang ingin menikmati aksi tengah pekan. Bagi Anda…
Amerika Serikat Incar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2038, Ini Alasannya
Minat Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2038 Amerika Serikat dilaporkan tertarik untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. Hal ini disampaikan langsung oleh Andrew Giuliani,…
Kronologi Mundurnya Steve Clarke: Dari Kontrak Baru hingga Hengkang Mendadak
31 Hari yang Mengubah Segalanya bagi Steve Clarke Hanya dalam waktu 31 hari, Steve Clarke berubah dari pelatih yang baru meneken kontrak jangka panjang menjadi…
Taruhan bola – Tim Terbaik (Best XI) dan Tim Paling Mengecewakan Ian Darke di Premier League Musim Ini
Musim Premier League 2025/2026 baru saja berakhir dengan penuh drama. Arsenal akhirnya memenangkan gelar juara setelah menunggu selama 22 tahun, Tottenham Hotspur berhasil lolos dari degradasi, West Ham United terdegradasi ke Championship setelah 14 tahun bertahan di kasta tertinggi, sementara Sunderland memberikan kejutan besar dengan finis di peringkat 7 dan lolos ke kompetisi Eropa. Pep Guardiola pamit dari Manchester City dengan haru (bahkan ada tribun yang dinamai sesuai namanya), dan Mohamed Salah meninggalkan Liverpool dengan air mata.
