Timnas Swiss membuktikan kedalaman skuadnya tetap terjaga meski tampil tanpa Granit Xhaka dan Breel Embolo. Bermain di Skopje, pasukan Murat Yakin menumbangkan Makedonia Utara 3-0 pada laga pembuka Nations League, lalu langsung mengalihkan perhatian ke lawatan ke Hampden untuk menghadapi Skotlandia. Hasil itu disebut para pemain sebagai “pekerjaan hebat” karena mampu menutupi absennya dua nama penting.
Absennya Xhaka dan Embolo membuat Swiss datang ke laga ini dengan tanda tanya besar. Xhaka, kapten sekaligus gelandang Sunderland, dicoret dari skuad setelah dilaporkan mengaku memakai sertifikat vaksin palsu, sementara Embolo tersandung persoalan kehidupan pribadi yang mencuat ke publik. Asosiasi Sepak Bola Swiss (ASF) memilih menuntaskan pemusatan latihan tanpa keduanya agar fokus tim tetap terjaga pada pertandingan Nations League.
Swiss Tanpa Granit Xhaka Tetap Dominan di Skopje
Swiss tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan bahwa mereka masih tim yang berbahaya. Setelah mendominasi sejak awal, mereka memimpin pada menit ke-22 lewat gol pembuka Remo Freuler, yang menjadi gol internasional pertamanya dalam hampir dua tahun. Zeki Amdouni menyundul bola ke jalur Freuler, yang kemudian melepaskan tembakan rendah ke sudut gawang dari jarak 15 yard.
Amdouni, gelandang Burnley, lantas menambah dua gol dengan penyelesaian yang mirip, yakni tiga menit sebelum jeda dan sekitar seperempat jam sebelum pertandingan berakhir. Kiper Makedonia Utara, Stole Dimitrievski, seharusnya bisa berbuat lebih baik pada gol pertama tersebut. Dua assist untuk gol-gol Amdouni datang dari Zachary Athekame, bek kanan 21 tahun yang dipinjamkan Lyon dari AC Milan dan tampil mengesankan di laga debutnya.
Selain Athekame, bek kanan Parma Sascha Britschgi dan penyerang Sion Winsley Boteli juga menjalani debut senior setelah masuk dari bangku cadangan. Di lini tengah, Ardon Jashari dari AC Milan dipercaya mengisi posisi yang biasanya dihuni Xhaka. Pergantian-pergantian itu tidak mengubah kendali permainan Swiss atas tuan rumah.
Kronologi Absennya Granit Xhaka dan Breel Embolo
Latar belakang absennya Xhaka bermula pekan lalu, ketika ia dikeluarkan dari skuad Swiss. Menurut laporan, gelandang berusia 34 tahun itu mengaku menggunakan sertifikat palsu untuk menghindari kewajiban vaksinasi selama pandemi Covid-19. Kasus tersebut kini berada di meja penyelidikan jaksa Swiss, sehingga posisinya di timnas menjadi tidak pasti.
Situasi bertambah rumit menjelang laga di Skopje. Pada malam sebelum kick-off, ASF mengumumkan bahwa Embolo telah mengabarkan “soal kehidupan pribadinya yang menjadi publik di media hari itu”. Penyerang 29 tahun yang pindah dari Rennes ke Major League Soccer pada Agustus itu sebenarnya sudah pasti absen pada laga pembuka karena sanksi kartu merah saat melawan Argentina.
Konsekuensinya, Embolo tidak akan bergabung dengan skuad seperti yang direncanakan di Glasgow. Ia dan Xhaka juga dipastikan melewatkan laga kandang melawan Slovenia pada 3 Oktober serta pertandingan melawan Makedonia Utara tiga hari setelahnya. ASF menyatakan timnas akan menuntaskan pemusatan latihan saat ini tanpa Embolo demi memastikan fokus tim tetap tertuju pada laga-laga Nations League.
Dampak Absennya Kapten bagi Timnas Swiss
Freuler mengakui bahwa kehilangan Xhaka bukan perkara mudah bagi timnya. “Kita tidak perlu membicarakan Granit. Dia pemain yang tidak bisa digantikan. Sebagai tim, kami harus menutupinya,” ujarnya. Menurutnya, Swiss berhasil melakukan hal itu saat melawan Makedonia Utara, dan ia berharap tren tersebut berlanjut sampai sang kapten kembali.
Freuler juga menyoroti performa para pemain yang baru masuk ke skuad. “Kami punya beberapa pemain baru dan semuanya tampil sangat baik. Ini benar-benar laga yang sempurna bagi kami,” katanya. Kepercayaan diri itu menunjukkan bahwa absennya pemain inti tidak otomatis menurunkan kualitas permainan Swiss.
Bagi Yakin, kondisi ini justru memperlihatkan betapa pentingnya kedalaman skuad. Jashari yang mengatur ritme di lini tengah, serta debutan seperti Athekame, Britschgi, dan Boteli, menjadi bukti bahwa lapisan pemain di belakang nama-nama utama tetap kompetitif. Namun, absennya Xhaka dan Embolo pada dua laga berikutnya tetap menjadi ujian nyata bagi konsistensi tim.
Reaksi Murat Yakin dan Statistik Laga
Pelatih kepala Murat Yakin tidak menyembunyikan kepuasannya terhadap babak pertama timnya. Menurutnya, jumlah tembakan pada paruh pertama laga itu 17-1 untuk Swiss. “Babak pertama memang sangat bagus,” ucapnya.
Yakin menilai kemampuan melakukan pressing adalah fondasi permainan timnya. “Kami sangat kuat dalam menekan lawan dan itulah sebabnya kami tampil bagus di Piala Dunia,” ujarnya. Ia menyebut pola serupa berhasil diterapkan kembali saat menghadapi Makedonia Utara.
Kendati begitu, ia mengakui performa timnya menurun setelah jeda. Tuan rumah mulai masuk ke permainan dan menciptakan beberapa peluang, meski menurut Yakin tidak benar-benar membahayakan. Secara keseluruhan, Swiss mencatatkan 22 percobaan gol dengan 13 di antaranya tepat sasaran, sedangkan tuan rumah hanya melepaskan dua tembakan yang tidak mengarah ke gawang.
Yakin juga menegaskan bahwa ia tidak pernah mengeluh soal pemain yang tersedia. “Kami bekerja dengan para pemain yang ada di sini. Kami tidak pernah mengeluh dan selalu ada peluang bagi pemain lain,” katanya. Pernyataan itu menegaskan prinsip pemberian kesempatan yang ia pegang selama menangani Swiss.
Modal Menghadapi Skotlandia di Hampden
Kemenangan 3-0 di Skopje memperpanjang catatan apik Swiss. Dari 10 pertandingan terakhir, mereka hanya kalah sekali, yaitu 3-1 setelah perpanjangan waktu pada perempat final Piala Dunia melawan Argentina. Ini menjadi modal berharga sebelum bertandang ke Hampden untuk menghadapi Skotlandia.
Setelah lawatan ke Glasgow, Swiss masih harus melewati dua pertandingan lain di Nations League. Keduanya dimainkan dalam rentang waktu yang berdekatan, sehingga rotasi pemain kemungkinan besar diperlukan. Berikut rangkaian laga yang menanti skuad asuhan Murat Yakin:
- Skotlandia, laga tandang di Hampden.
- Slovenia, laga kandang pada 3 Oktober.
- Makedonia Utara, laga tandang tiga hari setelah pertemuan dengan Slovenia.
Tanpa Xhaka dan Embolo, dua laga selanjutnya akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad Swiss. Pertanyaan utamanya adalah apakah para pemain pelapis mampu mempertahankan standar permainan seperti yang terlihat di Skopje. Jika mampu, Swiss berpeluang melewati rangkaian laga Nations League ini tanpa kehilangan terlalu banyak poin.
Kemenangan 3-0 atas Makedonia Utara menegaskan bahwa Swiss tetap solid meski kehilangan Granit Xhaka dan Breel Embolo. Gol-gol Freuler dan Amdouni, ditambah penampilan para debutan, menjadi bukti bahwa Murat Yakin memiliki cukup opsi untuk menjaga kualitas tim. Bagi para pemain pelapis, momen ini sekaligus menjadi kesempatan menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan.
Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Lawatan ke Hampden untuk menghadapi Skotlandia, lalu pertemuan dengan Slovenia dan Makedonia Utara, akan menguji sejauh mana kedalaman skuad Swiss bisa menutupi absennya dua pemain kunci tersebut. Apa pun yang terjadi, hasil di Skopje sudah memberi modal kepercayaan diri yang cukup berharga.
