Pelatih PSV, Peter Bosz, mengaku terkejut sekaligus senang karena Ricardo Pepi tetap bertahan di Eindhoven. Padahal, penyerang tim nasional Amerika Serikat itu santer dikaitkan dengan Fulham dalam beberapa bulan terakhir. Bosz menyebut Pepi sebagai pencetak gol sejati yang ingin ia pertahankan di skuadnya.
Ketertarikan Fulham terhadap Pepi bukan sekadar isu belaka. Klub Premier League itu dikabarkan hampir mendaratkan pemain berusia 23 tahun tersebut sebanyak dua kali. Namun, kedua kesepakatan itu gagal terwujud, membuat PSV masih bisa menikmati jasa sang striker.
Bosz Lega Ricardo Pepi Bertahan di PSV
Satu hal yang diakui Bosz adalah rasa terkejutnya atas gagalnya transfer Pepi ke Fulham, baik pada Januari lalu maupun awal musim panas ini. “Saya sedikit terkejut bahwa transfernya musim lalu ke Fulham tidak berhasil,” ujar Bosz kepada The Athletic pada Jumat. Namun, di balik keterkejutan itu, ia justru merasa beruntung karena masih bisa memakai jasa sang striker.
“Jelas, saya senang memiliki pencetak gol sejati di tim saya, karena itulah dirinya,” kata Bosz. Ia juga berharap Pepi mampu menjaga kebugarannya sepanjang musim. “Saya berharap dia tetap fit, dan saya yakin dia akan tetap fit, karena biasanya dia tidak pernah cedera. Jika dia tetap fit, saya benar-benar penasaran berapa banyak gol yang akan dia cetak, karena dia adalah pencetak gol sejati.”
Kronologi Gagalnya Transfer Pepi ke Fulham
Rumor ketertarikan Fulham terhadap Pepi sebenarnya sudah bergulir berbulan-bulan. Pada Januari lalu, langkah pemain asal Amerika Serikat itu ke Craven Cottage batal. Fulham kemudian kembali menunjukkan minat pada awal musim panas ini, tetapi hasilnya sama: kesepakatan kembali gagal.
Setelah dua kali gagal, Fulham akhirnya mengalihkan bidikan ke target lain. Klub London Barat itu mendatangkan penyerang muda Real Madrid, Gonzalo Garcia, dengan nilai transfer €40 juta atau sekitar £34 juta. Sementara itu, hingga saat ini belum ada tawaran lain yang masuk untuk Pepi dari klub mana pun.
Ketajaman Ricardo Pepi Bersama PSV
Pepi membuktikan ketajamannya pada musim lalu dengan mencetak 19 gol di semua kompetisi. Jumlah itu ia raih meski 16 dari 34 penampilannya datang dari bangku cadangan. Berkat kontribusinya, PSV sukses merengkuh gelar Eredivisie ketiga secara beruntun.
Hal serupa juga terjadi pada musim 2024-25, ketika ia tampil dalam 28 laga dan 20 di antaranya sebagai pemain pengganti. Meski lebih sering dimainkan dari bangku cadangan, ia tetap mampu mencetak 17 gol. Secara keseluruhan, Pepi mengoleksi 45 gol dari 102 penampilan bersama PSV, dengan rata-rata satu gol setiap 76 menit.
Modal PSV Menghadapi Eredivisie 2026-27
PSV akan memulai perjalanan mereka di Eredivisie 2026-27 dengan menjamu Fortuna Sittard pada Sabtu. Sebelum itu, tim asuhan Bosz harus menelan kekalahan telak 4-0 dari AZ Alkmaar pada ajang Johan Cruyff Shield akhir pekan lalu. Pada laga tersebut, Pepi tidak diturunkan sama sekali oleh sang pelatih.
Kehadiran Pepi tentu menjadi kabar baik di tengah hasil kurang memuaskan pada laga pramusim tersebut. Dengan rekam jejaknya yang tajam, ia menjadi salah satu tumpuan utama lini serang PSV. Bosz pun menaruh kepercayaan besar kepada Pepi untuk memimpin lini serang musim ini.
Faktor Piala Dunia di Balik Bertahannya Pepi
Bosz juga meyakini minimnya waktu bermain Pepi di Piala Dunia justru menguntungkan PSV. Sebab, calon peminat tidak mendapat banyak kesempatan untuk melihat kemampuan sang striker. Pepi hanya menjadi starter dalam dua dari lima laga Amerika Serikat saat timnya melaju hingga babak 16 besar Piala Dunia di kandang sendiri, sebelum akhirnya dihancurkan Belgia 4-1.
Peluang Pepi untuk tampil di laga kontra Belgia sempat terbuka setelah Folarin Balogun diganjar kartu merah saat melawan Bosnia-Herzegovina. Namun, hukuman tersebut secara kontroversial dicabut menyusul lobi Presiden AS Donald Trump kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. “Karena Balogun bermain, dan setelah kartu merah pun dia tetap bermain, Pepi tidak mendapat menit bermain, jadi orang-orang tidak bisa melihatnya,” kata Bosz. “Tetapi bagi kami, itu bagus.”
Di sisi lain, Fulham yang sempat menjadi peminat utama Pepi juga belum menunjukkan hasil memuaskan. Dalam laga uji coba tertutup pada Jumat, Fulham kalah 1-2 dari Crystal Palace yang merupakan sesama klub Premier League. Antonee Robinson, rekan setim Pepi di timnas AS, sempat membuka keunggulan, tetapi dua gol dari Ismaila Sarr dan Matheus Franca memastikan kemenangan bagi Palace.
Bertahannya Ricardo Pepi di PSV menjadi kejutan manis sekaligus keuntungan besar bagi tim. Di tengah gagalnya Fulham memboyongnya, Pepi tetap menjadi andalan lini serang untuk musim 2026-27. Semua mata kini tertuju pada penampilannya di laga pembuka melawan Fortuna Sittard.
Bosz sendiri menegaskan bahwa dirinya sangat menantikan kontribusi sang striker musim ini. Dengan statusnya sebagai pencetak gol sejati, Pepi diharapkan bisa menjaga performa dan membawa PSV bersaing di semua ajang. Publik Eindhoven pun punya alasan kuat untuk optimis menyambut musim baru.
