Unai Emery menegaskan Aston Villa belum mencapai potensi maksimalnya. Jelang laga Aston Villa vs PSG di Piala Super, pelatih asal Spanyol itu berjanji kepada para pendukung bahwa The Villans tidak akan berhenti di titik ini. Villa dijadwalkan menghadapi juara Eropa bertahan dua kali beruntun itu di Salzburg pada Rabu ini.
Kepastian Villa tampil di ajang ini datang setelah mereka menjuarai Liga Europa sekaligus mengamankan posisi empat besar Premier League musim lalu. Dua pencapaian itu membuat klub asal Birmingham tersebut kembali tampil di Liga Champions musim ini. Kini, ujian terbesar menanti Emery dan anak asuhnya ketika berjumpa PSG dalam duel yang sarat gengsi.
Janji Emery: Villa Belum Berhenti di Sini
Emery, yang sudah empat tahun menukangi Villa, mengaku bahagia dengan perkembangan tim sejauh ini. Ia menilai para pemain telah mengikuti semua standar yang ia coba bangun di klub. Namun, pelatih asal Basque itu menegaskan bahwa kepuasan tersebut bukanlah tujuan akhir.
“Saya sudah empat tahun di Aston Villa. Saya bahagia dengan cara kami merespons dan cara para pemain merespons,” ujar Emery. “Para pemain telah mengikuti kami dan semua yang kami coba tanamkan dalam standar kami. Kami ingin membangun mentalitas kami sendiri. Kami berterima kasih kepada para pemain. Tetapi kami menginginkan lebih. Kami tidak berhenti di sini.”
Guna mewujudkan ambisi itu, Emery harus menghadapi laga tanpa tiga pilarnya. Ia memastikan Ollie Watkins, Ezri Konsa, dan Emiliano Martinez absen pada duel melawan PSG. Meski begitu, ia menegaskan bahwa target timnya tetap sama. “Bermain untuk meraih trofi, sebagai seorang profesional, adalah tujuan kami,” ujarnya.
Bursa Transfer: Pemain Kunci Pergi, Wajah Baru Masuk
Aston Villa menjalani bursa transfer yang cukup sibuk pada musim panas ini. Beberapa pemain andalan seperti Youri Tielemans, Morgan Rogers, dan Lucas Digne telah meninggalkan klub. Ironisnya, Digne justru berpotensi menjadi lawan Villa pada laga Piala Super nanti.
Di sisi lain, Johan Manzambi dan Joao Gomes telah bergabung ke dalam skuad Emery. Keduanya diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pemain senior tersebut. Meski harus merombak tim, Emery tetap optimistis terhadap masa depan Villa.
Dampak bagi Masa Depan Aston Villa
Emery menegaskan bahwa upaya klub untuk terus berkembang tidak akan berubah. Ia menyebut manajemen Villa melakukan upaya yang sangat besar demi menjaga arah yang sama dengan visinya. Menurutnya, klub bergerak ke arah yang sama dengan yang ia coba tuju.
Di mata Emery, pendapatan klub meningkat berkat hasil positif di lapangan dan penjualan sejumlah pemain. Hal ini membuat brand Aston Villa semakin dikenal luas seiring perkembangan yang mereka tunjukkan. Namun, ia mengingatkan bahwa hal ini sekaligus membawa tanggung jawab besar bagi dirinya dan para pemain.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Villa tidak hanya berambisi tampil di kompetisi elite Eropa, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang. Kehadiran di Piala Super menjadi bukti nyata bahwa proyek Emery di Villa Park berjalan sesuai rencana. Laga ini pun menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kesiapan tim menghadapi level tertinggi.
Duel Aston Villa vs PSG: Rekor Emery dan Luis Enrique
Bagi Emery, laga melawan PSG bukan sekadar pertandingan biasa, mengingat ia pernah menukangi klub asal Paris tersebut. Ia juga tercatat belum pernah merasakan kemenangan dalam tiga penampilannya di Piala Super. Bersama Sevilla, ia kalah dari Real Madrid pada 2014 dan dari Barcelona pada 2015, kemudian tumbang lewat adu penalti melawan Chelsea saat menangani Villarreal pada 2021.
Di sisi lain, Luis Enrique justru memiliki catatan manis di ajang ini. Pelatih PSG itu sudah dua kali mengangkat trofi Piala Super. Tahun lalu, PSG menang adu penalti atas Tottenham, sedangkan pada 2015 tim besutannya, Barcelona, mengalahkan Sevilla milik Emery dengan skor 5-4, yang menjadi laga Piala Super dengan skor tertinggi sepanjang sejarah. Catatan itu sekaligus mempertegas dominasi Enrique atas Emery di kompetisi ini.
Dengan segala catatan tersebut, laga ini menjadi ajang pembuktian bagi Emery untuk memutus tren buruknya. Sebaliknya, Luis Enrique tentu ingin memperpanjang dominasinya di kompetisi ini. Duel kedua pelatih asal Spanyol ini dipastikan berjalan sengit dan menarik untuk disaksikan.
Piala Super antara Aston Villa dan PSG akan menjadi ukuran sejauh mana perkembangan Villa di bawah arahan Emery. Dengan skuad yang tengah bertransisi, tantangan melawan tim sekaliber PSG tentu tidak mudah. Namun, tekad Emery untuk terus melangkah menjadi sinyal bahwa Villa siap bersaing di panggung terbesar Eropa.
Terlepas dari hasil akhir nanti, kehadiran Villa di laga ini sudah menjadi pencapaian besar setelah bertahun-tahun membangun dari bawah. Kini tinggal bagaimana Emery dan para pemainnya membuktikan bahwa perjalanan mereka masih jauh dari kata selesai. Satu hal yang pasti, The Villans datang ke Salzburg bukan sekadar untuk berpartisipasi, melainkan untuk melanjutkan perjalanan panjang mereka.
