Asisten Shaun Maloney menolak anggapan bahwa kemenangan 7-1 Celtic atas Hearts menjadi momen “seismik” yang mengubah arah musim mereka, tepat sebelum Celtic vs Celta Vigo tersaji di Glasgow pada Kamis mendatang. Menurutnya, skor besar itu memang lahir dari performa bagus, tetapi belum cukup untuk disebut sebagai titik balik besar dalam perjalanan tim. Pernyataan ini ia sampaikan saat mengambil alih tugas media dari Martin O’Neill, yang sedang mengurus urusan pribadi.
Pernyataan Maloney itu penting karena Celtic sedang berada di persimpangan: di kompetisi domestik mereka tampil meyakinkan, sementara di Eropa hasilnya justru sebaliknya. Kemenangan atas Hearts membuat Celtic memimpin klasemen Scottish Premiership dengan keunggulan empat poin, tetapi tantangan sesungguhnya menanti di ajang Europa League. Klub berjuluk The Bhoys itu belum sekalipun meraih kemenangan di Eropa musim ini, sehingga duel melawan Celta Vigo menjadi laga yang menentukan nada musim mereka di pentas benua.
Kemenangan 7-1 atas Hearts dan Posisi Celtic di Puncak Klasemen
Celtic tampil menggila di Parkhead saat menjamu Hearts dan menutup laga dengan skor 7-1. Hasil itu tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga mengangkat mereka ke puncak tabel dengan jarak empat poin dari pesaing terdekat. Selisih tersebut memberi ruang napas bagi Celtic di liga domestik, setidaknya untuk sementara waktu.
Sejumlah nama mencuri perhatian dalam pertandingan itu. Callum Osmand, Benjamin Nygren, dan Camilo Duran disebut tampil impresif dan menjadi bagian penting dari pesta gol di kandang sendiri. Ketajaman lini depan menjadi salah satu alasan mengapa laga tersebut terasa begitu meyakinkan bagi siapa pun yang menontonnya.
Meski demikian, skor setinggi itu tidak otomatis menyelesaikan persoalan Celtic. Pertandingan melawan Hearts adalah laga liga dengan karakter yang sangat berbeda dari duel Eropa. Gaya permainan lawan, intensitas, dan tekanan psikologis di kompetisi benua menuntut pendekatan yang tidak bisa disamakan begitu saja.
Mengapa Maloney Menolak Menyebutnya Momen Seismik
Maloney secara terbuka menepis gagasan bahwa kemenangan atas Hearts adalah “momen seismik” bagi musim Celtic. Ia mengakui performanya bagus, terutama di sektor penyerangan, tetapi menegaskan bahwa laga itu belum terasa sebagai sebuah titik balik yang menentukan. “Tidak, rasanya tidak sebesar itu, Hearts. Saya tahu itu performa yang benar-benar bagus. Beberapa hal dalam fase menyerang sangat bagus, tapi rasanya bukan seperti momen besar,” ujarnya.
Ia justru menyoroti hal-hal mendasar yang menurutnya lebih menentukan hasil pertandingan. Dalam laga itu, Celtic harus berlari lebih cepat dari Hearts di area-area tertentu, dan mereka berhasil melakukannya. Duel-duel 50-50 juga jatuh ke pihak Celtic, sesuatu yang menurut Maloney sering menjadi persoalan sejak awal musim.
Bagi Maloney, sepakbola selalu bertumpu pada hal-hal fundamental yang tidak selalu terlihat di sorotan kamera. Ia menyebut kemampuan memenangi duel dan kerja tanpa bola sebagai kunci yang membuat Celtic bisa tampil lepas dengan bola. Hal yang sama, katanya, juga mereka lakukan pada paruh kedua laga melawan Benfica meski hasil akhirnya buruk.
Rekor Buruk Celtic di Eropa Jadi Alarm Nyata
Catatan Eropa Celtic musim ini menjadi alasan kuat mengapa euforia kemenangan 7-1 sebaiknya tidak dibawa berlebihan ke laga melawan Celta Vigo. Mereka kalah dari Ferencvaros, lalu dihantam Benfica 4-1 pada pekan kedua fase liga Europa League. Artinya, Celtic belum mengumpulkan satu pun kemenangan dari dua pertandingan yang sudah dijalani.
Angka yang lebih mengkhawatirkan muncul dari tiga laga Eropa terakhir: Celtic selalu kalah dan selalu kebobolan tiga gol atau lebih di setiap pertandingan, dengan total 12 gol masuk ke gawang mereka. Rentetan itu memperlihatkan masalah struktural, terutama ketika tim kehilangan bola dan harus bertahan. Ini bukan sekadar soal kualitas individu pemain belakang, melainkan juga soal disiplin kolektif saat tidak menguasai bola.
Kekalahan beruntun ini juga membawa Celtic mendekati catatan kelam. Sepanjang sejarah mereka, baru sekali Celtic menelan empat kekalahan beruntun dalam satu musim kompetisi Eropa, yaitu pada Liga Champions 2017-18. Jika Celta Vigo berhasil menang di Glasgow, catatan itu akan terulang, dan tekanan terhadap tim akan meningkat drastis.
Celta Vigo Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan
Celta Vigo datang bukan sebagai tim yang sedang on fire, tetapi mereka tetap berbahaya. Tim asuhan Claudio Giraldez itu juga memulai kampanye Europa League dengan dua kekalahan beruntun. Kekalahan terbaru terjadi saat mereka kehilangan keunggulan dan tumbang 2-1 dari Juventus, sebuah hasil yang menunjukkan kerentanan mereka saat memimpin pertandingan.
Menariknya, Celta memiliki catatan buruk setiap kali bermain di Skotlandia pada kompetisi Eropa. Mereka kehilangan kedua laga away Eropa di Skotlandia dengan skor identik 1-0, masing-masing di markas Aberdeen pada 1971 dan di markas Celtic pada 2002. Dua kekalahan tandang terakhir mereka di Europa League juga menjadi tambahan beban psikologis tersendiri.
Namun Celta tidak pernah kalah tiga kali berturut-turut di kompetisi Eropa utama sejak rentetan empat kekalahan antara Maret 2001 dan Oktober 2002 di ajang UEFA Cup. Itu berarti catatan historis mereka justru bisa menjadi motivasi untuk memutus tren buruk di Glasgow. Bagi Celtic, ini menandakan bahwa lawan yang datang bukan tim yang akan menyerah sebelum pertandingan dimulai.
Jejak Pertemuan 2002-03 dan Cara Main yang Harus Diubah
Kedua tim pernah bertemu di ajang UEFA Cup musim 2002-03, dan laga itu menjadi bagian dari sejarah kedua klub. Saat itu agregat berakhir 2-2, dengan Celtic menang 1-0 di kandang lalu kalah 2-1 di Spanyol. Celtic akhirnya lolos berkat aturan gol tandang, sebuah detail yang mengingatkan bahwa selisih kecil selalu menentukan di kompetisi Eropa.
Menjelang laga Kamis, Maloney menegaskan bahwa pertandingan akan berjalan dengan karakter yang sangat berbeda dari duel melawan Hearts. Ia menyebut hal itu terdengar sederhana, tetapi yang terpenting adalah kemampuan mengulang kerja keras tanpa bola seperti yang diperlihatkan akhir pekan lalu. “Dengan bola kami bisa sangat kreatif. Kami hanya perlu level yang sama tanpa bola secara konsisten, dan melawan Hearts kami melakukannya. Kami pasti membutuhkan itu melawan Celta,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen menyeluruh dari seluruh pemain, baik saat menguasai maupun kehilangan bola. Menurutnya, jika Celtic bisa tampil sebagai tim yang benar-benar berkomitmen di kedua fase tersebut, peluang menang tetap terbuka lebar. Maloney menyadari Celta adalah tim bagus yang bisa melukai mereka kapan saja, sehingga ia hanya ingin melihat anak asuhnya melanjutkan tren positif dalam tujuh sampai sepuluh hari terakhir.
Apa Arti Laga Ini bagi Arah Musim Celtic
Duel melawan Celta Vigo bukan sekadar pertandingan ketiga di fase liga Europa League. Hasilnya akan menentukan apakah Celtic masih punya ruang untuk bangkit di kompetisi ini atau justru terjebak dalam krisis kepercayaan diri di pentas Eropa. Dengan dua kekalahan awal, tambahan kekalahan akan membuat jalan mereka semakin sempit.
Bagi Maloney dan O’Neill, laga ini juga menjadi ujian apakah kemenangan besar atas Hearts memang lahir dari perbaikan nyata atau hanya efek dari lemahnya lawan. Selama ini, Celtic mampu tampil kreatif dengan bola tetapi rapuh ketika harus bertahan dan mengejar. Menyamakan standar di kedua fase permainan adalah pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan di Glasgow.
Singkatnya, kemenangan 7-1 atas Hearts adalah modal berharga, tetapi Maloney sadar betul bahwa modal itu belum cukup untuk menghadapi Celta Vigo. Celtic memimpin liga domestik dengan keunggulan empat poin, namun rekor tiga kekalahan beruntun di Eropa dengan 12 gol kebobolan menuntut perbaikan segera. Laga Kamis nanti akan menunjukkan apakah kerja keras tanpa bola yang mereka tunjukkan akhir pekan lalu bisa diulang di level yang lebih tinggi.
Jika Celtic mampu mempertahankan intensitas, memenangi duel, dan tetap disiplin saat kehilangan bola, peluang memutus tren buruk terbuka lebar. Sebaliknya, mengandalkan kreativitas semata tanpa keseimbangan akan membuat Celta Vigo merasa nyaman di Parkhead. Jawabannya akan terlihat di lapangan, dan dari situ kita bisa menilai apakah kemenangan besar atas Hearts benar-benar sebuah momen seismik atau bukan.
