Mourinho: Kemenangan Real Madrid atas Espanyol dari Jiwa

Author:

Jose Mourinho menegaskan bahwa kemenangan Real Madrid atas Espanyol pada laga perdana LaLiga musim ini lahir dari jiwa. Pelatih asal Portugal itu menilai banyak pemain Los Blancos berada dalam kondisi fisik yang belum ideal setelah menjalani Piala Dunia 2026. Meski begitu, Madrid tetap mampu membawa pulang tiga poin penuh dari markas Espanyol.

Real Madrid baru memulai perjalanan mereka di LaLiga musim ini setelah mendapat perpanjangan masa istirahat pasca Piala Dunia. Laga ini sekaligus menjadi pertandingan pertama Mourinho bersama Madrid sejak resmi kembali ke Stadion Santiago Bernabeu pada musim panas tahun ini. Situasi tersebut membuat kemenangan ini terasa sangat istimewa, terlebih lawan tampil dengan kesiapan yang lebih matang.

Jalannya Pertandingan: Gol Penentu Carlos Espi di Menit ke-90

Madrid membuka keunggulan lebih dulu melalui Jude Bellingham pada menit kesembilan. Espanyol kemudian menyamakan kedudukan lewat Cala di menit ke-30 dan memilih bermain bertahan untuk membendung serangan Madrid. Strategi tersebut hampir membuahkan hasil, karena Madrid baru bisa memastikan kemenangan di menit ke-90.

Carlos Espi, rekrutan anyar Madrid, menjadi pahlawan kemenangan dengan memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Gol tersebut sekaligus mengukuhkan kemenangan pertama Real Madrid di bawah arahan Mourinho sejak 2013. Tiga starter Madrid, yakni Bellingham, Kylian Mbappe, dan Thibaut Courtois, tercatat mencapai setidaknya perempat final Piala Dunia. Marc Cucurella, bagian dari tim Spanyol yang menjadi juara dunia, juga menjalani debut kompetitifnya bersama Madrid sebagai pemain pengganti.

Mourinho Soroti Kondisi Fisik yang Belum Pulih

Mourinho tidak menampik bahwa kemenangan ini diperoleh dengan kerja keras yang luar biasa. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pemainnya belum pulih sepenuhnya setelah Piala Dunia, sehingga ritme permainan belum ideal. Menurutnya, hal itu terlihat dari perbedaan intensitas antara Madrid dan Espanyol di lapangan.

“Anda tidak bisa mengabaikan kondisi fisik tim. Mereka tidak memiliki pemain di Piala Dunia dan sudah bekerja sama sejak lama, dan Anda bisa melihatnya dari intensitas mereka,” ujar Mourinho. Ia juga mengaku tidak menyangka Bellingham mampu bertahan bermain selama itu. “Ketika harus mendorong permainan seperti yang saya suka, kami kekurangan menit dan kilometer di kaki.”

Karena itu, Mourinho menilai tiga poin ini sangat berharga. Ia menyebut kemenangan ini lahir dari jiwa, bukan sekadar dari kualitas taktik atau individu. Tekad dan kebersamaan tim menjadi faktor utama yang mengantarkan Madrid melewati ujian sulit di kandang lawan.

Kemenangan Real Madrid atas Espanyol Penuh Perjuangan

Mourinho menyebut kemenangan Real Madrid atas Espanyol kali ini tidak lepas dari kontribusi bangku cadangan. Ia menegaskan bahwa para pemain pengganti ikut memberikan energi positif dalam situasi yang menekan. Menurutnya, dukungan dari bangku cadangan bisa menjadi pembeda di laga-laga ketat seperti ini.

“Kemenangan dengan jiwa, juga dari bangku cadangan. Bangku cadangan yang frustrasi tidak membantu sama sekali, tetapi bangku cadangan dengan perasaan tim membantu Anda menang,” kata Mourinho. Ia menambahkan bahwa laga tersebut berlangsung sangat sulit, sehingga tiga poin yang diraih terasa luar biasa penting.

Dari sisi statistik, Madrid mencatatkan 2,92 expected goals (xG) berbanding 1,12 milik Espanyol. Angka itu menunjukkan dominasi Madrid dalam menciptakan peluang sepanjang pertandingan. Meski demikian, gol kemenangan baru lahir di menit akhir karena pertahanan Espanyol tampil begitu disiplin.

Mourinho: Espanyol Tidak Pantas Kalah

Meski Madrid tampil lebih dominan, Mourinho mengakui bahwa Espanyol layak mendapatkan hasil lebih baik. Ia menilai tim tuan rumah tampil disiplin dan terorganisir sejak menit pertama. Kekalahan terasa berat bagi Espanyol yang nyaris menahan tekanan Madrid hingga akhir laga.

“Saya pikir kami pantas menang, tetapi Espanyol tidak pantas kalah,” ujarnya. “Di babak kedua, kami memiliki kontrol dan tekanan yang besar, kami mengambil banyak risiko. Kami pantas menang. Tetapi tim yang bermain seperti Espanyol, bertahan seperti itu, keluar dengan serangan balik, dengan para pemain yang bermain di batas kemampuan dan organisasi yang baik… Akan sulit bagi mereka untuk pulang tanpa hasil. Tapi kami pantas.”

Vinicius Junior Jadi Sorotan: Perlakuan Fans Espanyol Dinilai Berlebihan

Mourinho juga menyoroti perlakuan fans tuan rumah terhadap Vinicius Junior. Pemain asal Brasil itu menjadi sasaran cemoohan sepanjang laga, termasuk saat ia jatuh dengan mudah padahal sudah mengantongi kartu kuning. Para pemain Espanyol bahkan sempat meminta wasit memberikan kartu kuning kedua untuk Vinicius.

“Saya punya risiko bahwa kalian akan mundur berbulan-bulan untuk menemukan kata-kata saya ketika saya menjadi lawan Vini. Tetapi sekarang Vini adalah pemain saya,” kata Mourinho. “Dia bukan orang suci, tetapi apa yang mereka lakukan kepadanya terlalu berlebihan. Sejak menit pertama, seolah-olah mereka sudah memutuskan. Itu frustrasi besar baginya; dia harus memiliki kontrol emosi yang kuat.”

Mourinho pun mengaku sudah mengingatkan Vinicius agar berhati-hati dalam merayakan gol nanti. “Kita berada di era sosial anti-bullying, tetapi dengan Vini, kita masih berada di era bullying,” tegasnya. Pernyataan itu menunjukkan betapa kesalnya Mourinho terhadap perlakuan tidak adil yang terus diterima anak asuhnya di lapangan.

Ujian Cepat Berikutnya untuk Real Madrid

Real Madrid tidak punya banyak waktu untuk menikmati kemenangan ini. Mereka dijadwalkan menjamu Real Sociedad di Santiago Bernabeu pada Rabu, sebelum Malaga datang ke ibu kota pada Minggu berikutnya. Padatnya jadwal membuat Mourinho harus pintar mengatur rotasi pemain.

Kondisi fisik yang belum pulih menjadi pekerjaan rumah sebelum dua laga tersebut. Namun, tiga poin dari laga pembuka ini setidaknya memberikan modal kepercayaan diri yang besar. Dukungan publik Bernabeu di laga kandang pertama juga diharapkan bisa menjadi energi tambahan bagi skuad Madrid.

Kemenangan Real Madrid atas Espanyol pada laga pembuka ini jelas bukan sekadar tiga poin biasa. Di tengah kondisi fisik yang belum ideal, Madrid membuktikan mentalitas juara dan kebersamaan yang kuat. Namun, sorotan terhadap perlakuan Vinicius Junior juga menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi di luar aspek teknis LaLiga.