Stadion Kop Wrexham Siap Beroperasi Musim Depan

Author:

Pembangunan stadion Kop Wrexham senilai £70 juta terus melaju, bahkan lebih cepat dibanding lonjakan prestasi klub sepak bola asal Wales Utara itu dalam beberapa tahun terakhir. Tribun baru berkapasitas 7.500 kursi tersebut dijadwalkan beroperasi penuh pada awal musim depan, setelah permohonan resmi klub disetujui Dewan Borough Wrexham pada pekan ini. Kehadiran tribun ini akan mendorong kapasitas Racecourse menembus 18.000 penonton.

Proyek ini bukan sekadar renovasi bangunan biasa. The Racecourse merupakan stadion sepak bola internasional tertua yang masih digunakan hingga kini, sementara tribun Kop lama sempat terbengkalai dan tidak terpakai selama bertahun-tahun sebagai cerminan masa sulit yang pernah dilalui klub. Di bawah kepemilikan Ryan Reynolds dan Rob Mac, Wrexham kini menargetkan promosi ke Premier League, dan pembangunan kembali Kop menjadi salah satu pijakan utama menuju ambisi tersebut.

Detail Proyek Stadion Kop Wrexham dan Fasilitasnya

Tribun baru ini akan dilengkapi beragam fasilitas pendukung, mulai dari area ruang ganti, ruang media, hingga area hospitality. Dengan tambahan tersebut, ditambah sejumlah perbaikan yang sudah dilakukan sebelumnya, Racecourse disebut bakal layak menjadi kandang klub Premier League apabila tim berhasil promosi. Chief executive Wrexham, Michael Williamson, menyebut tribun baru ini sebagai “simbol harapan” yang nyata bagi klub dan kota.

Pria yang mengawal proyek ini adalah Aidan Miller, chief strategy officer Wrexham. Ia bertanggung jawab atas pembangunan jangka panjang klub yang baru tiga tahun lalu masih bermain di kompetisi non-liga. “Kecepatan kami menembus berbagai level liga sungguh luar biasa,” kata Miller kepada BBC Sport Wales, seraya menambahkan bahwa klubnya sedang mengejar ketertinggalan dan berusaha menyiapkan diri untuk level berikutnya.

Miller mengakui bahwa selama ini sisi sepak bola klub selalu bergerak lebih dulu sebelum bagian lain klub benar-benar siap. Menurutnya, kini Wrexham berusaha bekerja secara lebih proaktif, bukan semata-mata bereaksi terhadap tuntutan kompetisi. Pendekatan itulah yang membuat pembangunan infrastruktur, termasuk stadion Kop Wrexham, menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda lagi.

Dari Terbengkalai hingga Era Hollywood: Kronologi Kebangkitan Wrexham

Kebangkitan Wrexham tidak terjadi dalam semalam. Reynolds dan Rob Mac menyelesaikan pengambilalihan klub pada Februari 2022, saat Wrexham masih berstatus klub National League di bawah kepemilikan Wrexham Supporters’ Trust. Sejak saat itu, keduanya terang-terangan menyatakan ambisi membawa klub ke kasta tertinggi sepak bola Inggris sekaligus memberikan dukungan penuh kepada manajer Phil Parkinson.

Hasilnya, tim meraih tiga promosi berturut-turut hingga menembus Championship. Musim lalu, mereka hanya nyaris gagal menembus babak play-off, sebuah pencapaian yang tetap mengejutkan mengingat klub ini baru beberapa tahun sebelumnya bermain di liga non-liga. Lompatan prestasi inilah yang membuat kebutuhan akan infrastruktur memadai semakin mendesak.

Miller sendiri bukan nama baru di dunia pembangunan stadion. Sebelum bergabung dengan Wrexham, ia bekerja selama tujuh tahun pada proyek Hill Dickinson Stadium milik Everton di Bramley-Moore Dock, tepi Sungai Mersey. “Klub-klub Premier League tidak selalu membangun stadion baru, dan proyek semacam ini cenderung muncul pada interval tertentu,” ujarnya. “Proyek seperti ini sulit diwujudkan, dan justru karena itulah ketika berhasil, hasilnya luar biasa.”

Ia menyebut klub Everton telah melalui proses panjang dengan berbagai tahap pengembangan sebelum stadion akhirnya berdiri. Pengalaman itu membuat Miller sangat bangga dan menjadi bekal berharga saat kini mengawal pembangunan stadion Kop Wrexham.

Dampak bagi Klub, Kota, dan Ambisi Premier League

Bagi Wrexham, pembangunan tribun Kop lebih dari sekadar urusan kapasitas penonton. Ini soal menyiapkan klub agar tidak lagi selalu berlari mengejar ketertinggalan setiap kali berhasil promosi. Dengan stadion yang sudah memenuhi standar Premier League, klub berada di posisi jauh lebih siap jika promosi benar-benar terwujud.

Dampaknya juga terasa di luar lapangan. Menurut Miller, kehadiran Reynolds dan Mac membawa optimisme serta kepercayaan diri baru bagi warga. “Begitu Anda berjalan di sekitar sini, Anda langsung merasakannya, optimisme dan gairahnya,” katanya. Ia menyebut banyak orang yang sudah bekerja di klub selama bertahun-tahun melewati masa sulit kini kembali memiliki semangat baru.

Miller menambahkan bahwa energi tersebut tidak hanya terasa di dalam stadion, tetapi juga menyebar ke seluruh kota. Fenomena ini menunjukkan bahwa klub berperan sebagai penggerak sosial dan ekonomi, bukan hanya sebagai tim sepak bola semata. Pembangunan kembali Kop pun menjadi simbol bahwa perubahan besar di Wrexham berjalan seiring dengan kebangkitan timnya.

Bukan Hanya Kop: Proyek Infrastruktur Lain Wrexham

Rebuild Kop bukan satu-satunya proyek yang tengah dikerjakan klub. Wrexham juga melakukan pembangunan di tiga lokasi lain, yang menunjukkan bahwa investasi tidak hanya diarahkan ke tim utama, tetapi juga ke fondasi jangka panjang klub. Berikut rinciannya:

  • Akademi di Darland High School, Rossett — pengembangan signifikan dengan pembangunan lapangan-lapangan baru.
  • Basis tim wanita di The Rock, Rhosymedre — dibeli klub pada 2025 dan telah mengalami peningkatan besar, termasuk lapangan baru serta fasilitas gym.
  • Colliers Park — paviliun baru untuk tim utama dibangun di kompleks yang dikelola Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW).

“Semua proyek itu penting dan besar dengan caranya masing-masing,” tambah Miller. “Dari sudut pandang klub, semuanya penting dalam kerangka jangka panjang yang kami bicarakan.” Menurutnya, klub ingin akademinya mencapai level dan status yang lebih baik sehingga lebih banyak pemain bisa menembus tim utama.

Miller menyebut hal itu sebagai syarat agar Wrexham mampu berkelanjutan dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa para pemilik memiliki komitmen jelas untuk berinvestasi di tim wanita, termasuk merenovasi The Rock yang dibeli sekitar setahun lalu. Menurutnya, pembelian dan perbaikan fasilitas tersebut merupakan langkah penting untuk terus mengembangkan basis tim wanita.

Konteks Lebih Luas: Kapasitas Ideal dan Masa Depan Racecourse

Tribun Kop baru hanyalah awal dari rencana pengembangan Racecourse secara menyeluruh. Michael Williamson menyebut kapasitas ideal stadion ini berada di kisaran 26.000 hingga 29.000 penonton, jauh di atas kapasitas setelah tribun baru rampung. Pernyataan itu memberi gambaran bahwa pembangunan tahap berikutnya sudah masuk dalam peta jalan klub.

Klub baru-baru ini mengumumkan pembelian The Turf, pub bersejarah yang berada tepat di sebelah stadion, dengan alasan untuk melindungi masa depan klub. Wrexham juga membeli lahan yang sebelumnya ditempati bekas showroom mobil Dickens. Langkah-langkah itu menunjukkan bahwa ekspansi klub turut menyentuh kawasan di sekitar stadion.

Di sisi lain, FAW dikabarkan ingin menggelar lebih banyak pertandingan timnas Wales di Racecourse. Status stadion sebagai venue internasional tertua yang masih digunakan membuat pengembangannya memiliki nilai historis tersendiri. Kombinasi antara sejarah panjang dan ambisi modern inilah yang membuat proyek stadion Kop Wrexham berbeda dari kebanyakan pembangunan stadion lain.

“Ini soal terus melangkah maju,” kata Miller mengenai masa depan Racecourse. “Terus membuatnya lebih besar, lebih luas, lebih baik, dan terus meningkatkan pengalaman bagi semua orang.”

Kesimpulan

Pembangunan stadion Kop Wrexham senilai £70 juta menjadi bukti nyata bahwa ambisi klub tidak berhenti di lapangan. Dengan 7.500 kursi baru, fasilitas modern, dan target beroperasi pada awal musim depan, Wrexham tengah menyiapkan diri agar siap secara infrastruktur jika promosi ke Premier League terwujud. Proyek ini melengkapi pembangunan akademi, basis tim wanita, dan fasilitas lain yang menjadi fondasi keberlanjutan klub.

Yang tak kalah penting, kebangkitan itu membawa dampak langsung bagi warga dan kota Wrexham. Dari tribun yang dulu terbengkalai hingga menjadi simbol harapan baru, perjalanan proyek ini sejalan dengan lonjakan prestasi tim di bawah kepemilikan Reynolds dan Mac. Jika rencana kapasitas hingga 29.000 penonton terealisasi, Racecourse bukan hanya stadion internasional tertua yang masih dipakai, tetapi juga panggung modern bagi babak berikutnya dalam sejarah Wrexham.