Taruhan bola – Tim Terbaik (Best XI) dan Tim Paling Mengecewakan Ian Darke di Premier League Musim Ini

Author:

Musim Premier League 2025/2026 baru saja berakhir dengan penuh drama. Arsenal akhirnya memenangkan gelar juara setelah menunggu selama 22 tahun, Tottenham Hotspur berhasil lolos dari degradasi, West Ham United terdegradasi ke Championship setelah 14 tahun bertahan di kasta tertinggi, sementara Sunderland memberikan kejutan besar dengan finis di peringkat 7 dan lolos ke kompetisi Eropa. Pep Guardiola pamit dari Manchester City dengan haru (bahkan ada tribun yang dinamai sesuai namanya), dan Mohamed Salah meninggalkan Liverpool dengan air mata.

Menurut komentator legendaris Ian Darke, musim ini menghasilkan banyak momen berkesan, tapi juga ada sejumlah pemain yang tampil luar biasa dan yang sangat mengecewakan. berikut prediksi juara piala dunia 2026 :

Best XI Ian Darke (Formasi 4-3-1-2)

GK: David Raya (Arsenal)
Raya meraih Golden Glove ketiganya berkat clean sheet terbanyak. Penjaga gawang asal Spanyol ini tidak hanya melakukan penyelamatan rutin, tapi juga ajaib, seperti saat menyelamatkan tendangan Mateus Fernandes saat Arsenal menang krusial di West Ham.

RB: Dominik Szoboszlai (Liverpool)
Meski Liverpool musim ini mengecewakan, Szoboszlai adalah pemain terbaik mereka. Free kick jarak jauhnya melawan Arsenal dan Manchester City luar biasa. Ia sering bermain sebagai right-back meski bukan posisi aslinya.

CB: William Saliba (Arsenal)
Cepat, waspada, dan menjadi pasangan sempurna bagi Gabriel. Setelah dipinjamkan lama ke Prancis, Saliba kini menjadi bek kelas dunia yang jadi pondasi pertahanan terbaik liga.

CB: Gabriel (Arsenal)
Bek tangguh yang mewakili semangat juang Arsenal. Selain bertahan solid, ia sering mencetak gol penting dari bola mati yang membantu The Gunners mengakhiri puasa gelar.

LB: Nico O’Reilly (Manchester City)
Naik daun secara meteoris dari midfielder muda menjadi bek kiri utama City dan timnas. Rendah hati, tenang, dan stylish. Ia mencetak dua gol di final Carabao Cup lawan Arsenal.

CM: Granit Xhaka (Sunderland)
Transfer terbaik musim ini. Sunderland sukses membujuknya dari Bayer Leverkusen. Kepemimpinan dan standar tinggi Xhaka membantu tim promosi ini finis ketujuh dan lolos Eropa — prestasi luar biasa.

CM: Declan Rice (Arsenal)
Mesin tanpa lelah di tengah lapangan. Jarang absen, karakternya kuat, dan kecerdasannya vital saat Arsenal hampir goyah di akhir musim. Pemain kunci perjuangan juara.

CM: Elliot Anderson (Newcastle)
Jenderal lapangan tengah yang akan jadi starter pasti di Timnas Inggris. Terbaik dalam merebut possession dan passing. Perjalanannya dari pinjaman di divisi empat hingga level ini sangat menginspirasi.

AM: Bruno Fernandes (Manchester United)
Pecah rekor dengan 21 assist dalam satu musim. Menciptakan peluang dua kali lipat dibanding pemain lain. Pemimpin kebangkitan United di bawah Michael Carrick dan pantas meraih Player of the Year.

FW: Antoine Semenyo (Manchester City)
Pindah mulus dari Bournemouth ke City pada Januari. Mencetak 17 gol liga (peringkat 3 top scorer) dan gol ikonik dengan back-heel di final FA Cup lawan Chelsea.

FW: Erling Haaland (Manchester City)
Meski sempat lesu karena kelelahan, Haaland tetap juara Golden Boot dengan 27 gol + 8 assist. Salah satu pencetak gol terhebat era Premier League. Kehadirannya membuat Norwegia berbahaya di Piala Dunia.

Cadangan: Jordan Pickford, Ethan Ampadu, Marcos Senesi, Marc Guéhi, Lewis Hall, Morgan Gibbs-White, Alex Scott, Morgan Rogers, Jérémy Doku, Danny Welbeck, Igor Thiago.

Most Disappointing XI (Formasi 4-3-3)

GK: Lucas Perri (Leeds)
Gagal mempertahankan posisi utama setelah blunder.

RB: Aaron Wan-Bissaka (West Ham)
Prioritaskan timnas DR Congo saat klubnya berjuang degradasi, penampilannya ceroboh di saat krusial.

CB: Cristian Romero (Tottenham)
Sering blunder, dua kali diusir, dan kritik off-field terhadap klub.

CB: Max Kilman (West Ham)
Jauh di bawah standar saat di Wolves, kehilangan tempat di skuad.

LB: Milos Kerkez (Liverpool)
Gagal beradaptasi, Liverpool kebobolan rekor 53 gol.

CM: Christian Nørgaard (Arsenal)
Hampir tidak bermain meski sudah juara.

CM: Alexis Mac Allister (Liverpool)
Kehilangan percikan dan kreativitas.

AM: Cole Palmer (Chelsea)
Cedera dan burnout, jauh dari level sebelumnya.

FW: Mohamed Salah (Liverpool)
Hanya 7 gol di musim perpisahan — sangat mengecewakan untuk seorang legenda.

FW: Phil Foden (Manchester City)
Tergusur dan kehilangan tempat di skuad Inggris.

ST: Yoane Wissa (Newcastle)
Gagal total setelah transfer mahal dari Brentford.

Profil Penulis: Ian Darke

Ian Darke (lahir 1954) adalah salah satu komentator sepak bola dan tinju paling dihormati asal Inggris. Ia dikenal dengan suara khas yang jernih, analisis tajam, dan antusiasme tinggi.

Darke memulai karier di BBC, kemudian menjadi salah satu commentator utama Sky Sports (1992–2010). Sejak 2010, ia bergabung dengan ESPN sebagai lead commentator untuk Premier League, La Liga, Piala Dunia, dan turnamen besar lainnya di pasar Amerika. Ia terkenal karena memanggil gol dramatis Landon Donovan untuk AS vs Algeria di Piala Dunia 2010. Saat ini ia juga aktif di TNT Sports/BT Sport dan Prime Video. Darke dianggap sebagai “suara” sepak bola Inggris bagi jutaan penonton global.

Artikel ini menunjukkan perspektif Darke yang seimbang: memuji performa konsisten Arsenal dan kejutan Sunderland, sambil menyoroti kegagalan Liverpool serta beberapa transfer besar yang tidak sesuai harapan. Musim depan pasti akan menarik dengan banyak perubahan skuad besar!