Harry Kane mengaku hasratnya untuk kembali ke Premier League sudah tidak sebesar dulu. Penyerang Bayern Munich itu bahkan menyebut “rasa gatal” untuk pulang ke Inggris sudah hilang setelah tiga musim sukses di Bundesliga. Pernyataan ini ia sampaikan setelah dianugerahi European Golden Ball untuk kedua kalinya dalam kariernya.
Kane selama ini kerap dikaitkan dengan kepulangan ke Premier League, terutama karena peluangnya memecahkan rekor gol Alan Shearer. Namun, pemain berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa pikirannya saat ini hanya tertuju pada Bayern Munich. Ia merasa sangat bahagia di Munich dan tidak ingin terburu-buru menentukan masa depannya.
Kane Akui Rasa Ingin Pulang ke Inggris Sudah Hilang
Kane mengaku sempat yakin akan kembali ke Premier League ketika pertama kali meninggalkan Tottenham Hotspur pada 2023. “Ketika pertama kali pergi, tentu saja itu adalah sesuatu yang saya pikir pasti akan saya lakukan. Rasa gatal itu sudah tidak ada lagi,” ujarnya. Kini, ia merasa sangat bahagia di Munich dan matanya terbuka pada dunia sepak bola yang berbeda di luar Inggris.
“Dengan tim yang kami miliki di sini, dengan manajer Vincent Kompany, keluarga saya juga sudah benar-benar betah,” kata Kane. Ia menegaskan bahwa dirinya sedang berada di tempat terbaik yang mungkin. “Saya tidak pernah berkata tidak, tapi untuk saat ini saya fokus pada Bayern Munich, dan kita lihat saja apa yang akan terjadi ke depan,” tambahnya.
Musim 2025-26: Musim Terbaik Kane Bersama Bayern
Penghargaan European Golden Ball yang diterima Kane musim ini datang setelah penampilannya yang luar biasa bersama tim asuhan Vincent Kompany. Ia mencetak 36 gol hanya dalam 31 penampilan Bundesliga pada 2025-26. Jumlah itu unggul 17 gol atas penyerang Stuttgart, Deniz Undav, yang berada di posisi kedua.
Secara total, Kane mengoleksi 64 gol di semua kompetisi pada musim 2025-26, termasuk Piala Dunia Antarklub. Catatan itu menjadi yang tertinggi dibandingkan pemain mana pun di lima liga top Eropa. Kane juga mencetak enam gol untuk Timnas Inggris pada Piala Dunia musim panas lalu, yang berakhir dengan finis di posisi ketiga.
Bayern Munich sendiri menyebut musim Kane sebagai musim yang layak dicatat dalam buku sejarah melalui unggahan resmi klub. Hal itu wajar, mengingat Kane menjadi pemain paling produktif di Eropa sepanjang musim tersebut. Ia pun mengakui bahwa dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin bersama tim-tim yang dibelanya.
Rekor Demi Rekor di Bundesliga
Sejak bergabung dengan Bayern pada 2023, Kane selalu menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga di setiap musimnya. Ia memimpin daftar top skor pada 2023-24, 2024-25, dan 2025-26. Total, Kane sudah mengoleksi 98 gol di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Jerman tersebut.
Hanya dua legenda Bayern yang pernah lebih sering meraih trofi pencetak gol terbanyak Bundesliga, yaitu Gerd Muller dan Robert Lewandowski, masing-masing tujuh kali. Lewandowski juga menjadi satu-satunya pemain yang memenangkannya empat kali beruntun pada abad ini. Kane, yang kini berusia 33 tahun, masih berpeluang mengejar catatan-catatan tersebut.
Rekor Shearer dan Spekulasi Kepulangan ke Premier League
Sepanjang kariernya di Premier League bersama Tottenham, Kane telah mencetak 213 gol. Ia kerap dikaitkan dengan peluang melampaui rekor Alan Shearer yang mencapai 260 gol di kompetisi yang sama. Namun, Kane menegaskan bahwa pemikiran untuk kembali ke Premier League jauh dari kepalanya saat ini.
Jika suatu saat benar-benar kembali, Kane berpotensi menjadi pemain tercepat yang mencapai 100 gol di lima liga top Eropa, kecuali LaLiga. Cristiano Ronaldo tercatat membutuhkan 92 pertandingan untuk mencapai 100 gol di LaLiga bersama Real Madrid. Tapi untuk sekarang, semua itu masih sekadar spekulasi karena Kane tengah menikmati masa-masa terbaiknya di Bayern.
Kans Ballon d’Or dan Respons Kane
Performa gemilang Kane sepanjang musim membuatnya diunggulkan untuk memenangkan Ballon d’Or tahun ini. Jika berhasil, ia akan menjadi pemain Inggris pertama yang meraih penghargaan individu tertinggi itu sejak Michael Owen pada 2001. Persaingan tahun ini bahkan disebut sebagai yang paling terbuka dalam sejarah penghargaan tersebut.
Kane sendiri memilih bersikap tenang menghadapi bursa Ballon d’Or. “Itu di luar kendali saya. Saya tahu pasti akan ada banyak pembicaraan mulai sekarang sampai Oktober ketika pemenangnya diumumkan,” ujarnya. “Pada akhirnya, saya sudah melakukan semua yang saya bisa musim lalu. Itu adalah musim terbaik saya sejauh ini, dan saya meraih banyak hal bersama tim-tim tempat saya bermain.”
Dampak bagi Bayern dan Bundesliga
Kepastian bahwa Kane betah di Munich menjadi kabar baik bagi Bayern. Klub tidak perlu khawatir kehilangan mesin gol utamanya dalam waktu dekat, sehingga mereka bisa terus membangun skuad di sekelilingnya. Kane pun diharapkan tetap menjadi tumpuan lini serang Bayern untuk musim-musim mendatang.
Bagi Bundesliga, kehadiran Kane selama tiga musim telah meningkatkan daya tarik kompetisi. Ia tidak hanya memecahkan rekor demi rekor, tetapi juga membuktikan bahwa penyerang kelas dunia bisa bersinar di Jerman. Hal ini semakin memperkuat posisi Bundesliga dalam peta persaingan sepak bola Eropa.
Harry Kane kini berada di titik paling nyaman dalam kariernya, jauh dari hiruk-pikuk Premier League dan perburuan rekor Alan Shearer. Dengan keluarga yang betah, tim yang solid, dan dukungan penuh dari manajer, ia ingin terus menikmati sepak
