Martin Odegaard kembali ke performa terbaiknya setelah mengakui bahwa musim 2025-26 merupakan periode yang sangat berat. Gelandang Arsenal itu kini merasa dirinya beroperasi di level 100 persen, dengan bukti dua gol yang ia cetak dalam dua laga perdana musim 2026-27. Rasa percaya diri yang sempat meredup pun perlahan pulih seiring kebugarannya yang kembali prima.
Kabar ini jelas menjadi angin segar bagi Arsenal yang baru saja mengawali musim dengan sempurna. Odegaard menjadi bagian penting dalam kemenangan 3-0 atas Manchester City di Community Shield dan kemenangan 3-0 atas Coventry City di laga pembuka Premier League. Padahal, musim lalu ia hanya mencetak satu gol dan kerap terhambat cedera, sehingga kebangkitannya kini menjadi sorotan utama.
Dua Gol dalam Dua Laga, Odegaard Kembali ke Performa Terbaik
Musim 2026-27 berjalan impresif bagi Odegaard sejak awal. Ia mencetak gol ketiga Arsenal dalam kemenangan 3-0 atas Manchester City di Community Shield akhir pekan lalu, lalu kembali menjebol gawang Coventry City pada laga pembuka Premier League di kandang. Dua gol tersebut menjadi sinyal awal bahwa sang kapten benar-benar sudah melewati masa-masa sulitnya.
Catatan ini sekaligus mengakhiri puasa gol beruntun yang panjang. Terakhir kali Odegaard mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun untuk Arsenal adalah pada Desember 2023. Menariknya, golnya ke gawang Coventry lahir dari situasi yang sedikit beruntung—tembakannya yang meleset justru mengecoh kiper Carl Rushworth—namun kontribusinya untuk tim tetap terasa penting.
Musim 2025-26: Perjuangan Berat di Balik Gelar Arsenal
Jika dilihat dari hasil tim, musim 2025-26 adalah musim yang luar biasa bagi Arsenal. Mereka berhasil menjuarai Premier League dan menembus final Liga Champions, meski harus puas menjadi runner-up. Namun bagi Odegaard, musim itu justru menjadi mimpi buruk secara pribadi karena ia tidak pernah menemukan ritme permainan terbaiknya.
Sepanjang musim lalu, Odegaard hanya tampil 36 kali di semua kompetisi, dengan 23 di antaranya sebagai starter. Total menit bermainnya adalah 1.983 menit, jumlah yang hanya menempatkannya di peringkat ke-16 dalam skuad Arsenal. Cedera yang terus berulang dan nasib buruk membuatnya tak mampu tampil konsisten sepanjang musim.
Soal itu, Odegaard berbicara terus terang kepada Sky Sports. “Musim lalu adalah perjuangan besar bagi saya. Terlalu banyak cedera, situasi aneh, dan nasib buruk. Saya tidak pernah bisa menemukan ritme,” ujarnya. “Sulit ketika Anda terus masuk dan keluar serta tidak bugar 100 persen. Tetapi saya merasa baik sekarang—tubuh saya pulih setelah Piala Dunia dan pramusim yang bagus. Saya merasa 100 persen.”
Statistik Kebangkitan: Ketajaman Odegaard yang Kembali
Kebangkitan Odegaard sebenarnya sudah terlihat sejak Piala Dunia, di mana ia tampil mengesankan dan membawa Norwegia melaju hingga perempat final. Momentum itu berlanjut di pramusim dan kini terbawa ke kompetisi resmi. Bahkan, jumlah golnya di semua kompetisi pada musim 2026-27 ini, yakni dua gol, sudah melebihi total golnya sepanjang musim lalu yang hanya satu.
Data dari OptaJoe juga memperkuat narasi bahwa Odegaard kembali ke performa terbaiknya. Perbandingan dua musim terakhirnya menunjukkan peningkatan efisiensi yang sangat tajam dalam penyelesaian akhir. Berikut rinciannya:
- 2026-27: 5 tembakan, 2 gol (konversi 40 persen)
- 2025-26: 38 tembakan, 1 gol (konversi 2,6 persen)
Angka-angka itu membuktikan bahwa masalah Odegaard musim lalu bukan terletak pada jumlah peluang, melainkan pada ketajaman dan ritme bermain. Kini, dengan tubuh yang sehat dan dukungan penuh dari rekan setim, ia kembali tampil sebagai ancaman nyata bagi lawan. Tentu saja, konsistensi tetap menjadi tantangan terbesar yang harus ia jaga ke depannya.
Kemenangan Solid Arsenal dan Rekor Kandang yang Impresif
Kemenangan 3-0 atas Coventry menjadi kemenangan terbesar Arsenal dalam laga perdana musim Premier League yang dimainkan di kandang. Catatan ini menyamai pencapaian mereka pada awal musim 1994-95 ketika juga mengalahkan Man City 3-0. Kemenangan kali ini pun terasa dominan sejak menit awal.
Gol-gol dari Kai Havertz dan Bukayo Saka dalam 23 menit pertama sudah menempatkan Arsenal di posisi nyaman, sebelum Odegaard menutupnya dengan gol ketiga. Coventry hanya mampu melepaskan satu tembakan ke arah gawang dan mencatat expected goals (xG) 0,28, berbanding jauh dengan xG Arsenal yang mencapai 1,8. Odegaard mengakui laga perdana selalu membuat gugup, tetapi gol cepat menjadi kunci yang membuat timnya nyaman mengontrol pertandingan.
“Laga pertama selalu membuat sedikit gugup,” kata Odegaard. “Mereka bermain bagus dan memberi perlawanan sengit. Penting untuk mencetak gol pertama dan kami bisa mengontrol pertandingan—itu solid. Kami tampak bagus, tetapi bisa lebih presisi dan tajam di sekitar kotak penalti. Ini penampilan yang baik, tetapi kami bisa lebih baik lagi.”
Di laga itu, rekor impresif Arsenal juga kian menjauh. Juara bertahan kini tak terkalahkan dalam 33 pertandingan Premier League melawan tim promosi dengan rincian 26 menang dan 7 imbang. Catatan itu berjalan sejak Fulham mengalahkan Liverpool 1-0 pada Maret 2021.
Kedalaman Skuad dan Ujian di Villa Park
Odegaard menegaskan bahwa kekuatan utama Arsenal musim ini terletak pada kedalaman skuadnya. “Kualitas di skuad ini luar biasa. Anda bisa memasukkan siapa pun ke lapangan dan mereka bisa tampil di level tertinggi. Kami saling mendorong untuk menjadi lebih baik,” katanya.
Setelah laga pembuka ini, Arsenal akan menghadapi ujian yang lebih berat. Laga kedua Premier League musim ini akan berlangsung di kandang Aston Villa pada 31 Agustus. Menariknya, pada Jumat lalu The Gunners telah mengumumkan perekrutan bek tengah Ezri Konsa dari Villa, yang langsung menambah tensi jelang pertemuan kedua tim.
Musim baru memang baru saja bergulir, tetapi sinyal kebangkitan Odegaard sudah sangat jelas terlihat. Dengan dua gol dari dua laga dan kondisi fisik yang ia rasakan 100 persen, sang kapten siap menjadi motor utama Arsenal musim ini. Pertanyaannya kini adalah apakah ia mampu menjaga konsistensi tersebut sepanjang musim yang panjang.
Jika berhasil, bukan tidak mungkin Odegaard akan kembali menjadi kandidat kuat penghuni utama lini tengah Arsenal dan memperbaiki catatan statistiknya yang sempat merosot. Dukungan dari kualitas skuad yang merata juga akan membantunya tampil lebih tenang di setiap pertandingan. Semua mata kini tertuju pada laga kontra Aston Villa sebagai ujian sesungguhnya bagi kebangkitan Odegaard.
