Unai Emery menegaskan Aston Villa mengambil “langkah maju” (step forward) dalam kekalahan 1-0 dari Arsenal pada laga Premier League, Senin malam, meskipun timnya belum mengumpulkan satu poin pun, mencetak gol, atau melepaskan tembakan ke arah gawang di musim ini. Gol Bukayo Saka pada menit ke-59 menjadi pembeda di Villa Park, tempat tuan rumah tampil jauh lebih baik dibanding kekalahan telak 4-0 dari Brighton. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi The Villans yang kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Kekalahan ini membuat Aston Villa belum meraih satu poin pun dari dua pertandingan pembuka Premier League musim ini. Padahal, pada musim lalu mereka finis di posisi empat besar, sebuah pencapaian yang membuat ekspektasi tinggi mengarah pada Emery dan anak asuhnya. Meski hasilnya mengecewakan, pelatih asal Spanyol itu memilih tetap optimistis menjelang laga berikutnya melawan Hull City, tim promosi yang akan dihadapi pada Sabtu.
Jalannya Laga: Aston Villa Lebih Baik, tetapi Tumpul
Dalam laga yang berlangsung ketat dan seimbang, Aston Villa sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada Arsenal. Peluang terbaik tuan rumah hadir pada menit ke-12 lewat tendangan keras Emiliano Buendia yang membentur mistar gawang. Sayangnya, dari total tujuh tembakan yang dilepaskan Villa, semuanya melenceng dari sasaran.
Data expected goals (xG) memperlihatkan ketimpangan kualitas peluang: Villa hanya mencatatkan 0,31 xG, sedangkan Arsenal mencapai 1,05 xG. Dari angka tersebut, 0,57 xG dihasilkan dari gol Saka, yang menunjukkan bahwa peluang emas Arsenal sebenarnya juga tidak terlalu banyak. Emery pun menilai pertandingan ini sangat berimbang, meski timnya gagal menciptakan peluang bersih yang berarti.
Catatan Buruk Aston Villa di Dua Laga Awal
Kekalahan dari Arsenal memperpanjang rentetan hasil buruk Aston Villa di awal musim ini. Mereka belum mencetak gol dan belum memiliki satu pun tembakan tepat sasaran dalam dua pertandingan pertama Premier League. Kondisi ini menempatkan Villa sebagai tim kedua sejak musim 2003-2004 yang gagal melepaskan tembakan ke arah gawang dalam dua laga pembuka, setelah Swansea City pada 2017-2018 yang akhirnya terdegradasi.
Opta juga mencatat sebuah keunikan lain: Aston Villa menjadi tim pertama sejak Queen’s Park Rangers (QPR) pada 1976-1977 yang finis di empat besar kasta tertinggi lalu kehilangan dua laga pembuka musim berikutnya tanpa mencetak gol. Dalam kasus Villa, mereka finis keempat pada 2025-2026 sebelum tampil buruk di awal musim ini. Catatan semacam ini tentu menjadi alarm bagi klub, tetapi Emery mencoba meredam kekhawatiran dengan menunjukkan sisi positif dari permainan timnya.
Emery: Banyak Hal Positif dari Pertandingan Ini
Meski hasil akhirnya mengecewakan, Emery menilai performa timnya kompetitif dan layak diapresiasi. “Kami kalah, tetapi saya pikir kami bermain kompetitif. Kami sedang mencoba membangun ulang tim, tetapi ada banyak hal positif setelah hasil ini,” ujar Emery kepada Sky Sports. Ia juga menekankan bahwa pertandingan berjalan sangat seimbang karena kedua tim sama-sama tidak menciptakan peluang bersih yang terlalu banyak.
Emery secara khusus menyoroti penampilan para pemain yang menjalani debut. Zion Suzuki dan Nicolas Jackson mendapat pujian karena dinilai tampil fantastis. “Ini langkah maju pertama… Saya pikir hari ini positif untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” kata Emery. Ia pun menegaskan bahwa kekalahan memang menyakitkan, tetapi timnya harus mengambil pelajaran berharga untuk berkembang ke depan.
Menariknya, Emery tetap optimistis dengan perjalanan musim ini. “Ada 38 pertandingan, kami telah memainkan dua laga dan belum mendapatkan poin, tetapi mudah-mudahan kami bisa lebih baik,” jelasnya. Sikap optimistis ini mencerminkan keyakinannya bahwa proses pembangunan tim yang sedang berjalan akan membuahkan hasil seiring waktu.
Perombakan Skuad dan Manuver di Bursa Transfer
Aston Villa sedang berada dalam masa transisi besar. Penyerang andalan mereka, Ollie Watkins, telah bergabung dengan Al-Hilal pekan lalu. Sebagai penggantinya, Jackson langsung diturunkan sebagai starter dalam debutnya setelah tiba dari Chelsea, sementara Tammy Abraham masuk dari bangku cadangan saat Villa memburu gol penyama kedudukan.
Di luar lapangan, dua pemain baru potensial juga terpantau hadir di tribun pada laga kontra Arsenal. Penyerang Paris Saint-Germain, Ibrahim Mbaye, dan bek tengah Southampton, Taylor Harwood-Bellis, dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Aston Villa sebelum bursa transfer ditutup pada Selasa. Emery sendiri belum mau memastikan kesepakatan tersebut, tetapi ia berharap semuanya bisa dituntaskan segera.
Soal komposisi lini depan, Emery mengungkapkan bahwa Abraham telah memutuskan bertahan di Villa Park meski menerima ketertarikan dari klub lain. “Kami membuka pintu untuknya, tetapi dia memutuskan untuk bertahan,” ungkap Emery. Selain Jackson dan Abraham, Villa juga memiliki penyerang muda Brian Madjo yang sedang cedera dan diharapkan bisa berkontribusi ketika pulih nanti.
Dampak dan Agenda Berikutnya: Ujian Melawan Hull City
Hasil buruk di dua laga awal tentu menempatkan Emery dalam sorotan, terutama setelah musim lalu ia berhasil membawa Aston Villa finis di posisi empat besar. Namun, dengan bursa transfer yang masih berjalan dan sejumlah pemain baru yang sedang dalam proses bergabung, ada argumen bahwa tim ini membutuhkan waktu untuk menemukan ritme. Emery sendiri menyebut tiga tahun terakhir sebagai pekerjaan fantastis dan kini ia menghadapi babak baru yang menuntut pembangunan ulang tim secepat mungkin.
Langkah selanjutnya bukan perkara mudah: Aston Villa akan bertandang ke markas Hull City pada Sabtu. Sebagai tim promosi, Hull tentu akan tampil percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Bagi Villa, laga ini menjadi ujian nyata apakah perbaikan penampilan melawan Arsenal bisa diterjemahkan menjadi hasil positif, terutama dalam hal mencetak gol dan meraih poin perdana musim ini.
Jika tren tanpa gol dan tanpa tembakan ke arah gawang berlanjut, tekanan terhadap Emery dan para pemain akan semakin besar. Namun, jika tim mampu tampil seperti saat melawan Arsenal dengan tambahan ketajaman di lini depan, bukan tidak mungkin Villa segera bangkit dan membuktikan bahwa “langkah maju” yang dimaksud Emery benar-benar nyata.
Kekalahan dari Arsenal memang menyakitkan, tetapi Emery melihat ada fondasi yang bisa dibangun untuk laga-laga berikutnya. Masalah utamanya jelas: Aston Villa harus segera menemukan cara mencetak gol dan memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan. Duel melawan Hull City menjadi momentum penting untuk memutus catatan negatif dan mengawali kebangkitan di Premier League musim ini.
