Alajbegovic Ungkap Pengaruh Pjanic di Balik Gabung Juventus

Author:

Kerim Alajbegovic mengungkapkan pengaruh Pjanic di balik keputusannya bergabung dengan Juventus. Pemain sayap berusia 18 tahun asal Bosnia-Herzegovina itu resmi menjadi bagian Bianconeri setelah ditebus dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer mencapai €40 juta. Dalam wawancaranya bersama Tuttosport, Alajbegovic mengaku sangat bangga bisa mengenakan seragam yang pernah dipakai Pjanic selama empat musim.

Kepindahan ini menjadi langkah besar dalam karier Alajbegovic yang masih sangat muda. Sebelumnya, ia menjalani masa peminjaman yang impresif di Salzburg dan tampil menonjol bersama tim nasional Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia musim panas ini. Kini ia siap membuktikan kualitasnya di salah satu klub terbesar Eropa sekaligus berusaha mengikuti jejak sukses Pjanic di Turin.

Kepindahan Alajbegovic ke Juventus dengan Nilai Transfer €40 Juta

Alajbegovic sebelumnya tercatat sebagai pemain Bayer Leverkusen sebelum dipinjamkan ke Salzburg pada musim lalu. Performa apiknya selama masa peminjaman itu membuat Juventus tergerak untuk merekrutnya pada awal bulan ini. Klub asal Turin tersebut rela mengeluarkan dana sebesar €40 juta demi mengamankan jasa pemain muda potensial ini.

Bagi Alajbegovic, panggilan dari Juventus adalah kesempatan yang tidak mungkin ditolak. “Saat Juventus memanggil, sungguh sulit untuk berkata tidak. Ini salah satu klub terbesar di dunia dan saya benar-benar bangga memakai seragam ini,” ujarnya kepada Tuttosport. Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan klub menjadi hal yang sangat berarti dalam kariernya: “Sungguh, mengetahui klub percaya pada saya adalah hal yang sangat, sangat penting bagi saya.”

Pengaruh Pjanic di Balik Keputusan Alajbegovic

Pjanic disebut-sebut menjadi salah satu faktor kunci yang membuat Alajbegovic mantap memilih Juventus. Mantan pahlawan Bosnia-Herzegovina itu pernah membela Juventus dan meninggalkan kesan mendalam di klub tersebut. “Pjanic juga penting dalam pilihan saya, karena dia adalah pemain Juventus dan dia punya pengaruh besar di klub ini,” ungkap Alajbegovic.

Selain Pjanic, keluarga juga menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan ini. Alajbegovic mengaku ayahnya turut membantu dan mendukung penuh langkahnya untuk pindah ke Turin. “Ayah saya juga membantu. Pada akhirnya, inilah yang kami semua inginkan dan kami bahagia,” tambahnya.

Penampilan Alajbegovic di Piala Dunia yang Mencuri Perhatian

Sebelum resmi berseragam Juventus, nama Alajbegovic sudah lebih dulu mencuri perhatian berkat aksinya di Piala Dunia musim panas ini. Ia menjadi bagian penting dari skuad Bosnia-Herzegovina yang sukses menembus babak 32 besar, meski akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah Amerika Serikat. Meski timnya tersingkir, Alajbegovic meninggalkan kesan kuat sebagai salah satu pemain muda paling menonjol di turnamen tersebut.

Catatan statistiknya di ajang tersebut juga terbilang impresif untuk pemain seusianya. Alajbegovic tidak hanya mampu mencetak gol, tetapi juga aktif menjadi kreator serangan bagi timnya. Ia membuktikan diri sebagai salah satu penggerak utama Bosnia-Herzegovina dengan kontribusi berikut:

  • Mencetak satu gol sepanjang turnamen.
  • Menjadi pemain dengan dribel terbanyak di timnya, yakni 18 percobaan dengan 10 di antaranya berhasil.
  • Menciptakan empat peluang, sama banyaknya dengan Esmir Bajraktarevic dan Ivan Basic.

Warisan Pjanic di Juventus yang Ingin Diteruskan

Pjanic memang meninggalkan jejak yang sulit ditandingi selama berkarier di Juventus. Mantan pemain timnas Bosnia-Herzegovina itu tercatat tampil sebanyak 178 kali dalam empat musim membela Bianconeri pada periode 2016 hingga 2020. Selama kurun waktu tersebut, ia sukses mempersembahkan empat gelar Serie A sekaligus mengantar tim ke final Liga Champions.

Alajbegovic pun mengaku ingin mencapai prestasi serupa dengan pendahulunya itu. Bermain di klub sebesar Juventus memberinya motivasi ekstra untuk terus berkembang dan menorehkan sejarahnya sendiri. Dengan bimbingan pelatih yang tepat, bukan tidak mungkin ia bisa mengikuti jejak Pjanic di masa depan.

Kesan Pertama Alajbegovic terhadap Luciano Spalletti

Selain membahas soal Pjanic, Alajbegovic juga berbagi kesan pertamanya tentang pelatih Juventus, Luciano Spalletti. Ia menilai Spalletti adalah pelatih level atas yang selalu menuntut kesempurnaan dalam setiap sesi latihan. “Saya bisa melihat di latihan betapa bagusnya Spalletti, bahwa dia selalu menginginkan kesempurnaan,” kata Alajbegovic.

Bagi Alajbegovic, bekerja dengan Spalletti adalah kesempatan emas untuk mengasah kemampuannya lebih jauh. Ia mengaku belajar sesuatu yang baru di setiap sesi latihan, mulai dari akurasi umpan, pergerakan tanpa bola, hingga posisi bermain. “Dia pelatih level atas dan saya tidak sabar untuk terus belajar darinya,” pungkasnya.

Tantangan Juventus pada Musim 2026-27

Juventus sendiri tengah berusaha bangkit setelah menjalani musim lalu yang mengecewakan. Bianconeri gagal lolos ke Liga Champions setelah finis di peringkat keenam Serie A, dengan Roma dan Como yang berhasil mengamankan posisi empat besar. Sementara itu, AC Milan juga harus menerima kenyataan pahit karena gagal menembus zona Liga Champions.

Menatap musim 2026-27, manajemen Juventus memutuskan untuk tetap mempertahankan Spalletti sebagai pelatih kepala. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan klub terhadap proyek yang sedang dibangun bersama sang pelatih. Laga perdana musim baru akan dijalani Juventus melawan Frosinone pada 23 Agustus mendatang.

Kepindahan Alajbegovic ke Juventus menjadi salah satu kisah transfer yang menarik untuk disimak musim ini. Dukungan keluarga, kekaguman terhadap Pjanic, serta arahan dari pelatih sekelas Spalletti menjadi modal besar bagi pemain muda ini untuk sukses di Turin. Publik tentu menantikan apakah ia mampu meneruskan warisan Pjanic dan membawa Juventus kembali ke jalur kemenangan.

Apalagi musim 2026-27 menjadi momen penting bagi Bianconeri untuk bangkit setelah musim lalu yang penuh kekecewaan. Dengan hadirnya pemain muda potensial seperti Alajbegovic, asa untuk kembali bersaing di papan atas Serie A pun semakin terbuka. Kini semua mata akan tertuju pada bagaimana ia menjalani debutnya bersama Juventus.