Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko nyaris berubah total setelah lima setengah jam penuh drama. FIFA sempat ingin memajukan kick-off…
parlayy
Prancis vs Paraguay: Drama Kemenangan Keras di Piala Dunia 2026
Laga Prancis vs Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan pertandingan yang jauh dari kata bersih. Meski berhasil menang 1-0, Prancis harus menghadapi…
Kemenangan Inggris Atas Meksiko 2026: Masuk Jajaran Hasil Terbaik Sepanjang Masa?
Drama Azteca yang Menggetarkan Piala Dunia 2026 menyajikan salah satu momen paling dramatis bagi Timnas Inggris. Saat melawan tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca yang…
Rekor Pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2026: Kunci Lolos ke Perempat Final
Spanyol melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan modal luar biasa: belum sekalipun kebobolan sepanjang turnamen. Tim asuhan Luis de la Fuente ini berhasil…
Comeback Argentina di Piala Dunia 2026: Messi Menangis Haru
Kisah Dramatis Argentina di Piala Dunia 2026 Pertandingan Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Atlanta Stadium menyajikan salah satu drama paling emosional sepanjang…
Argentina Diuntungkan Wasit Piala Dunia 2026? Fakta di Balik Tuduhan
Argentina Diuntungkan Piala Dunia 2026? Begini Analisisnya Piala Dunia 2026 menyisakan satu pertanyaan besar: apakah Argentina mendapat perlakuan istimewa? Tuduhan ini mencuat setelah Argentina diuntungkan…
Amerika Serikat Incar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2038, Ini Alasannya
Minat Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2038 Amerika Serikat dilaporkan tertarik untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. Hal ini disampaikan langsung oleh Andrew Giuliani,…
Kronologi Mundurnya Steve Clarke: Dari Kontrak Baru hingga Hengkang Mendadak
31 Hari yang Mengubah Segalanya bagi Steve Clarke Hanya dalam waktu 31 hari, Steve Clarke berubah dari pelatih yang baru meneken kontrak jangka panjang menjadi…
Taruhan bola – Tim Terbaik (Best XI) dan Tim Paling Mengecewakan Ian Darke di Premier League Musim Ini
Musim Premier League 2025/2026 baru saja berakhir dengan penuh drama. Arsenal akhirnya memenangkan gelar juara setelah menunggu selama 22 tahun, Tottenham Hotspur berhasil lolos dari degradasi, West Ham United terdegradasi ke Championship setelah 14 tahun bertahan di kasta tertinggi, sementara Sunderland memberikan kejutan besar dengan finis di peringkat 7 dan lolos ke kompetisi Eropa. Pep Guardiola pamit dari Manchester City dengan haru (bahkan ada tribun yang dinamai sesuai namanya), dan Mohamed Salah meninggalkan Liverpool dengan air mata.
Siapa Assan Ouédraogo? Gelandang Box‑to‑Box Masa Depan Jerman
Turnamen piala dunia 2026 akan jadi ajang pembuktian bukan hanya untuk megabintang senior, tapi juga buat gelandang muda macam Assan Ouédraogo yang mulai mencuri perhatian di RB Leipzig dan timnas Jerman. Di usia 19 tahun, ia baru saja masuk daftar 39 pemain U21 terbaik dunia versi ESPN, berada di posisi 39 dengan nilai pasar sekitar 28 juta dan profil yang bikin banyak scout top Eropa jatuh hati. Kalau kamu pemain turnamen mix parlay World Cup 2026 yang serius, mengenal sosok seperti Ouédraogo bisa membantu kamu membaca Jerman dan pasar mix parlay piala dunia 2026 dengan lebih presisi—apalagi kalau kamu mengandalkan mix parlay 3 tim yang butuh satu leg “gelandang box‑to‑box berpotensi gol”.
Ouédraogo lahir di Mülheim an der Ruhr, punya akar keluarga Burkina Faso, dan menembus tim utama Schalke pada 2023 sebagai pemain termuda dalam sejarah klub yang mencetak gol di debut resmi, tepatnya di usia 17 tahun 2 bulan 19 hari. Setelah pindah ke RB Leipzig musim panas 2024, level permainannya naik signifikan: di Bundesliga 2025‑26 ia mencatat 3 gol dan 3 assist dalam 12–13 laga liga, dengan rata‑rata rating sekitar 7,4 menurut beberapa situs statistik. Leipzig mengikatnya dengan kontrak hingga 2029 dan Transfermarkt menaksir nilai pasarnya di angka 28 juta, angka yang terus naik dalam setahun terakhir.
Dari sisi fisik, Ouédraogo bukan gelandang “standar”: tinggi sekitar 1,91–1,92 meter, bergerak cepat, dan punya kontrol tubuh yang halus untuk ukuran pemain jangkung. ESPN menyorot kombinasi unik: dribel kuat, kemampuan menggiring bola ke depan dalam kecepatan tinggi (ball‑carrying), tembakan dua kaki, plus kualitas teknik untuk melakukan sentuhan kecil, flick, dan one‑two di area padat. Di Leipzig ia sering dimainkan sebagai No. 8 box‑to‑box, tetapi perannya kerap bergeser seperti No. 10 yang muncul di belakang striker.
Read more