Comeback Belgia di Piala Dunia 2026: Drama, Kontroversi, dan Kejutan

Author:

Dalam pertandingan sengit babak 32 besar Piala Dunia 2026, Senegal nyaris memastikan tiket ke babak 16 besar setelah unggul 2-0 atas Belgia. Namun, dalam hitungan menit, mimpi itu sirna. Comeback Belgia yang dramatis dan kontroversial menjadi cerita utama laga ini, meninggalkan Senegal dalam kekecewaan mendalam.

Salah Satu Comeback Terbesar Piala Dunia

Senegal tampil dominan selama 70 menit. Gol dari Habib Diarra dan Ismaila Sarr membawa mereka unggul 2-0. Namun, pelatih Rudi Garcia kemudian memasukkan Romelu Lukaku. Kehadirannya mengubah momentum pertandingan secara drastis.

Lukaku mencetak gol pada menit ke-86 memanfaatkan umpan Thomas Meunier. Tak berselang lama, kapten Youri Tielemans menyundul bola ke gawang kosong setelah kiper Senegal, Mory Diaw, gagal mengantisipasi umpan silang Leandro Trossard. Skor menjadi 2-2 dan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Soccer Football – FIFA World Cup 2026 – Round of 16 – United States v Belgium – Seattle Stadium, Seattle, Washington, U.S. – July 6, 2026 Belgium’s Charles De Ketelaere scores their second goal IMAGN IMAGES via Reuters/Troy Wayrynen TPX IMAGES OF THE DAY

Pencapaian Belgia ini tercatat sebagai comeback Belgia yang paling terlambat dalam sejarah Piala Dunia. Tidak ada tim sebelumnya yang berhasil menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol pada waktu normal. Belgia juga menjadi tim pertama sejak edisi 2018 yang memenangkan pertandingan setelah tertinggal dua gol.

Peran Pemain Cadangan

Rudi Garcia memuji kontribusi pemain pengganti. “Kekuatan tim ini juga terletak pada pemain yang turun dari bangku cadangan. Anda tidak bisa mendapatkan hasil hanya dengan 11 pemain,” ujarnya setelah pertandingan. Lukaku yang jarang bermain di klub musim lalu menjadi pahlawan malam itu.

Kontroversi VAR yang Memicu Debat

Kemenangan Belgia tidak lepas dari kontroversi. Pada menit ke-125, wasit memberikan hadiah penalti setelah meninjau VAR atas pelanggaran Lamine Camara terhadap Tielemans. Tielemans sendiri yang mengeksekusi dan mencetak gol penalti, yang menjadi gol terlambat dalam sejarah Piala Dunia (124 menit 44 detik).

Banyak pihak mempertanyakan keputusan tersebut. Mantan bek Inggris, Gary Neville, mengatakan, “Saya benar-benar tidak percaya itu penalti.” Roy Keane menambahkan, “Wasit terlalu lama melihat layar. Anda ingin dia yakin, tapi dia ragu-ragu.”

Bagi Senegal, momen ini mengingatkan pada final Piala Afrika 2025 di Rabat. Saat itu, mereka juga dirugikan oleh penalti kontroversial setelah tinjauan VAR. Pelatih Pape Thiaw sempat menarik timnya keluar lapangan, yang berujung pada pencabutan gelar mereka.

Apakah Senegal Berhak Kecewa?

Pelatih Thiaw menerima kekalahan dengan lapang dada, meskipun sakit hati. “Kami keluar – ini menyakitkan. Kami harus memberi selamat kepada tim yang sudah berjuang keras, tapi sayangnya kami tidak bisa mempertahankan keunggulan dua gol. Itulah sepak bola,” ujarnya.

Namun, banyak yang menilai Senegal layak merasa dirugikan. Selain penalti yang dianggap terlalu keras, waktu yang dibutuhkan wasit untuk mengambil keputusan juga menjadi sorotan. Kekecewaan ini makin bertambah karena Senegal baru saja kehilangan gelar juara Afrika dengan cara serupa.

Veteran Belgia Masih Berdaya

Di sisi lain, comeback Belgia membuktikan bahwa generasi emas mereka belum habis. Hanya Courtois, De Bruyne, Meunier, Lukaku, dan Witsel yang tersisa dari tim peringkat ketiga 2018. Namun, mereka masih menjadi tumpuan.

Lukaku tidak hanya menjadi pengubah permainan, tetapi juga pendamai. Saat Tielemans dan Trossard bertengkar saat jeda hidrasi di babak kedua, Lukaku turun tangan meredakan situasi. De Bruyne yang ditarik keluar pada menit ke-58 sempat frustrasi, namun tetap menjadi andalan kreativitas.

Belgia akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat di babak 16 besar. Kurang sempurna, namun tim ini telah menunjukkan kualitas dan daya juang yang cukup untuk melaju lebih jauh.

Kesimpulan

Pertandingan Senegal vs Belgia di Piala Dunia 2026 ini menyajikan drama lengkap: keunggulan, comeback, kontroversi, dan sejarah. Comeback Belgia yang dramatis sekaligus kontroversial menjadi salah satu momen paling berkesan di turnamen ini. Bagi Senegal, ini adalah pukulan berat setelah tahun yang penuh kekecewaan. Namun, seperti kata pelatih Thiaw, itulah sepak bola – terkadang kejam, namun selalu menghibur.