Mikel Oyarzabal: Pahlawan Satu Klub yang Jadi Pemain Terpenting Spanyol

Author:

Siapa Mikel Oyarzabal? Pahlawan Tak Terlihat di Balik Skuad Spanyol

Di setiap pertandingan Spanyol, nama Lamine Yamal memang selalu menjadi sorotan. Namun, di balik gemerlap sang remaja ajaib, ada satu pemain yang justru tampil paling menentukan: Mikel Oyarzabal. Penyerang Real Sociedad berusia 29 tahun ini mungkin bukan nama yang paling populer di skuad, tetapi kontribusinya di lapangan sulit diabaikan. Ia menjadi pahlawan yang tidak banyak diperbincangkan, namun selalu muncul di momen-momen krusial.

Dalam laga 32 besar Piala Dunia melawan Austria, Oyarzabal mencetak dua gol yang membawa juara bertahan Eropa menang 3-0. Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Spanyol di babak gugur Piala Dunia dalam 16 tahun terakhir. Meski Yamal menjadi pusat perhatian, Oyarzabal-lah yang berhasil memanfaatkan peluang dan menjadi pembeda.

Performa Gemilang Mikel Oyarzabal di Piala Dunia

Sepanjang turnamen ini, Oyarzabal tampil luar biasa. Ia telah mengoleksi empat gol, dan dalam 16 pertandingan internasional terakhirnya, ia mencetak 17 gol. Statistik ini menunjukkan konsistensi yang luar biasa, terutama setelah ia melewatkan Piala Dunia 2022 di Qatar akibat cedera ACL lutut kiri.

Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, menyebut Oyarzabal sebagai “pemain paling menentukan” Spanyol saat ini. “Dia adalah pemain paling cerdas yang kami miliki, dan dia bisa menjadi pemenang pertandingan kapan saja,” ujar Balague kepada BBC Radio 5 Live. Sejak pulih dari cedera, dua musim terakhir Oyarzabal dinilai sebagai puncak kariernya.

Data statistik pun memperkuat klaim tersebut. Sejak awal tahun lalu, hanya Erling Haaland (22 gol) yang mencetak lebih banyak gol internasional di Eropa dibandingkan Oyarzabal. Ia juga menjadi pemain Spanyol pertama yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan gugur Piala Dunia sejak Emilio Butragueno melawan Denmark pada 1986.

Dari Sayap ke Tengah: Transformasi yang Tepat

Oyarzabal tidak selalu bermain sebagai striker murni. Seperti diakui mantan bek Spanyol Cesar Azpilicueta, beberapa tahun lalu Oyarzabal lebih sering bermain di sisi kanan. Namun, kini ia telah bertransformasi menjadi ujung tombak yang mematikan. Dua gol indahnya ke gawang Austria membuktikan bahwa ia sangat cocok dengan peran sebagai penyerang tengah.

Azpilicueta menambahkan, “Kadang orang ragu dengan Spanyol karena masalah penyerang tengah, tapi Oyarzabal menjalankan tugasnya dengan sempurna.” Kemampuan membaca ruang dan penyelesaian akhir yang klinis menjadikannya ancaman konstan bagi pertahanan lawan.

Peran Kunci Lamine Yamal Membuka Ruang bagi Oyarzabal

Kesuksesan Oyarzabal tidak lepas dari kehadiran Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun ini menarik perhatian banyak pemain bertahan lawan dengan kontrol bola dan dribelnya yang luar biasa. Hal ini secara otomatis menciptakan ruang kosong yang dimanfaatkan dengan cerdik oleh Oyarzabal.

Mantan gelandang Jerman, Thomas Hitzlsperger, menjelaskan: “Saat Anda memiliki pemain seperti Lamine Yamal yang menarik begitu banyak perhatian, Anda tahu akan mendapatkan lebih banyak ruang. Oyarzabal menggunakan ruang itu, menerima bola, dan mencetak gol.” Kolaborasi antara bintang muda dan pemain senior ini menjadi salah satu senjata utama Spanyol.

Rahasia Gol: Pengaruh Hoki dan Mentalitas Pemburu Gol

Menariknya, naluri mencetak gol Oyarzabal sudah terbentuk sejak kecil, bahkan sebelum ia fokus pada sepak bola. Ia pernah mengungkapkan bahwa bermain hoki di masa muda membantunya “mencium bau gol”.

“Saya dulu bermain hoki dan mencetak banyak gol,” kenang Oyarzabal. “Selalu ada suara di kepala saya, ‘Tidak masalah jika kamu gagal satu kali — akan ada lebih banyak lagi.’ Saya bisa mencium bau gol, dan suara itu selalu ada di kepala saya.”

Mentalitas pantang menyerah dan keyakinan akan datangnya peluang berikutnya inilah yang membuatnya begitu efektif di kotak penalti. Oyarzabal juga menambahkan bahwa pemain di posisi lain perlu lebih banyak menguasai bola, tetapi sebagai striker, segalanya bergantung pada beberapa momen saja. “Kami sering harus mencium di mana bola akan jatuh atau di mana kami harus berdiri untuk mendapatkan peluang mencetak gol,” jelasnya.

Spanyol Masih Punya Potensi Lebih: Masa Depan Cerah

Spanyol tidak hanya bergantung pada Oyarzabal. Tim asuhan Luis de la Fuente saat ini berada dalam laju tak terkalahkan 34 pertandingan — rekor terpanjang kedua mereka. Jika berhasil mencapai perempat final, mereka akan menyamai rekor 35 pertandingan tak terkalahkan. Setelah awal turnamen yang lamban (imbang 0-0 dengan debutan Cape Verde), Spanyol kini tampil meyakinkan dengan delapan gol dan kebobolan nol dalam empat laga.

Mantan striker Inggris, Dion Dublin, yakin Spanyol belum menunjukkan performa terbaik mereka. “Saya pikir Spanyol masih memiliki beberapa gigi yang belum dipakai. Mereka bermain nyaman di gigi ketiga atau keempat melawan Austria karena tahu lawan tidak punya perlawanan,” ujarnya di BBC Radio 5 Live. “Kunci mereka adalah mampu meningkatkan permainan lagi saat menghadapi Prancis atau Portugal. Itu adalah hal yang menakutkan bagi tim lain di kompetisi ini.”

Kesimpulan: Pahlawan Satu Klub yang Layak Diperhitungkan

Mikel Oyarzabal adalah representasi langka pemain satu klub di era sepak bola modern. Ia setia membela Real Sociedad sepanjang kariernya, dan musim lalu mencatatkan musim mencetak gol terbanyak (15 gol di liga). Kini, ia menjadi salah satu pemain paling menentukan di tim nasional Spanyol. Meski namanya tidak setenar Yamal atau Pedri, kontribusinya di lapangan berbicara lebih keras. Jika Spanyol ingin merebut gelar juara Piala Dunia, Oyarzabal akan menjadi salah satu kunci utama yang wajib diwaspadai lawan.