Laga Prancis vs Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan pertandingan yang jauh dari kata bersih. Meski berhasil menang 1-0, Prancis harus menghadapi tekanan fisik dan taktik kasar yang dinilai banyak pihak sebagai “memalukan”. Kemenangan ini mengantarkan Les Bleus ke perempat final, namun sorotan justru tertuju pada perilaku kontroversial yang ditunjukkan oleh para pemain Paraguay.
Reaksi Keras terhadap Taktik Kotor Paraguay
Pertandingan di Philadelphia yang terik itu berlangsung panas, tidak hanya karena suhu mencapai 38,3°C. Paraguay yang sebelumnya mengejutkan banyak pihak dengan mengalahkan Jerman di babak sebelumnya, kali ini justru menunjukkan sisi gelap permainan mereka. Berbagai pelanggaran tak beralasan terjadi, mulai dari tekel keras Andres Cubas ke Adrien Rabiot, tendangan Juan Jose Caceres ke Kylian Mbappe, hingga sikut Gabriel Avalos ke perut Dayot Upamecano.
Yang paling mengejutkan, wasit Ilgiz Tantashev dari Uzbekistan tidak memberikan satu pun kartu kuning kepada pemain Paraguay sepanjang 90 menit. Sebaliknya, tiga pemain Prancis justru mendapat peringatan. Mantan kiper Inggris, Joe Hart, menyebut perilaku Paraguay “benar-benar memalukan” dan “tidak pantas”. Mantan bek Inggris, Micah Richards, juga mengecam bahwa Paraguay sebenarnya lebih baik dari itu dan tidak perlu melakukan ulah semacam itu.
Mbappe Kembali Bersinar di Laga Panas
Di tengah tekanan dan provokasi, kapten Prancis Kylian Mbappe tetap tenang. Ia mencetak gol penalti pada menit ke-70 setelah Diego Gomez melanggar Desire Doue di kotak terlarang. Gol itu menjadi gol ketujuh Mbappe di turnamen ini, menyamai Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas. Mbappe juga kini telah mengoleksi 19 gol dalam 19 pertandingan Piala Dunia, termasuk 11 gol di babak gugur sejak 2018—lebih banyak dari timnas Brasil, Inggris, Portugal, dan Spanyol.
Setelah pertandingan, Mbappe dengan santai menanggapi provokasi lawan. “Mereka pikir kami datang dengan setelan jas. Tapi kami sudah siap,” ujarnya. Ia mengakui bahwa Prancis juga bisa bermain “kotor” jika diperlukan, tetapi tetap keluar sebagai pemenang. Pelatih Didier Deschamps bahkan meminta pemain bertubuh besar untuk melindungi Mbappe di menit-menit akhir agar tidak dijatuhkan lawan.
Performa Wasit Jadi Sorotan
Kepemimpinan wasit Ilgiz Tantashev menuai kritik tajam. Sejak awal laga, ia dinilai terlalu longgar dan gagal menghentikan agresivitas Paraguay. Mantan gelandang Jerman, Thomas Hitzlsperger, mengatakan pihak netral tidak bisa lagi menghormati Paraguay setelah pertandingan ini. Analis BBC, Pat Nevin, menyebut Paraguay menggunakan “setiap trik kotor yang ada”.
Statistik pelanggaran (13 untuk Paraguay, 11 untuk Prancis) tidak mencerminkan kenyataan di lapangan. Banyak pelanggaran Paraguay yang luput dari pengamatan wasit, termasuk taktik off-the-ball. Sebagai perbandingan, wasit Michael Oliver pada laga Kanada vs Maroko sebelumnya memberikan enam kartu kuning di babak pertama sehingga permainan terkendali. Hal sebaliknya terjadi di laga Prancis vs Paraguay.
Wasit baru bertindak ketika VAR menunjuk titik penalti. Bahkan saat eksekusi penalti, pemain Paraguay mencoba mengulur waktu dengan merusak titik penalti dan berkerumun mengelilingi wasit. Situasi ini membuat mantan kiper Joe Hart berkomentar, “Fakta bahwa tidak satu pun pemain Paraguay mendapat kartu kuning dalam 90 menit sungguh mencengangkan.”
Prancis Buktikan Kemampuan Bertahan dan Menyerang
Kemenangan ini menjadi ujian berharga bagi Prancis yang sebelumnya mendominasi dengan kemenangan tiga gol di setiap laga. Pelatih Deschamps menjadi pelatih pertama yang meraih 10 kemenangan di babak gugur Piala Dunia. Ia mengakui bahwa melawan tim Amerika Selatan selalu sulit karena mereka menggunakan “segala cara dalam buku”.
Pernyataan Pemain Prancis
Penyerang Prancis Rayan Cherki menegaskan bahwa timnya siap menghadapi provokasi. “Kami bisa bermain indah, tapi juga bisa berperang,” katanya. Bek William Saliba menambahkan bahwa mereka sudah mempelajari video pertandingan Paraguay sebelumnya dan tahu akan menghadapi permainan keras. “Kami harus tetap fokus dan tidak membuang energi untuk berdebat. Kemenangan 1-0 ini sama berharganya dengan kemenangan besar lainnya,” ujar pemain Arsenal tersebut.
Apa yang Membuat Taktik Paraguay Dikecam?
Beberapa aksi kontroversial yang dilakukan Paraguay dalam laga Prancis vs Paraguay antara lain:
- Gustavo Velazquez sengaja merusak titik penalti sebelum tendangan Mbappe
- Dayot Upamecano mendapat sikut di tulang rusuk
- Matias Galarza meletakkan tangan di wajah Jules Kounde
- Galarza pura-pura jatuh saat Michael Olise menarik bajunya untuk mendapatkan kartu kuning
- Andres Cubas melakukan tekel keras ke Adrien Rabiot
- Kerumunan pemain Paraguay saat wasit meninjau VAR untuk menghambat eksekusi penalti
Mantan bek Inggris Micah Richards menyesalkan bahwa Paraguay sebenarnya kuat secara defensif dan tidak membutuhkan trik semacam itu. Namun, mantan gelandang Jerman Thomas Hitzlsperger bersikap lebih tegas: “Jika Anda netral atau pendukung Prancis, Anda tidak bisa lagi punya rasa hormat pada Paraguay. Ini bukan sekadar memalukan—ini lebih buruk dari itu.”
Terlepas dari kontroversi, Prancis berhasil melaju ke perempat final dan akan menghadapi Maroko di Boston Stadium. Laga tersebut dijadwalkan kick-off pukul 21:00 BST (Kamis). Dengan modal kemenangan keras ini, Les Bleus menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bisa bermain cantik, tetapi juga tangguh dalam situasi sulit. Pertandingan Prancis vs Paraguay akan dikenang sebagai salah satu drama paling panas di edisi Piala Dunia 2026.
